Buton

Hadiri Undangan Kementerian KKP, La Bakry : Potensi Ikan di Buton Melimpah, Kapal Tidak Ada

KENDARINEWS.COM — Bupati Buton La Bakry memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Rabu (7/4) pagi. Suami Delya Montolalu itu diundang dalam rangka membahas langkah konkret daerah dalam upaya penanganan dan pencegahan warga Buton yang bekerja sebagai awak kapal ikan di Sabah, Malaysia. Termasuk juga bagaimana membangun sinergi pusat agar masalah itu terselesaikan.

Tak hanya itu, Bupati La Bakry memanfaatkan momentum itu untuk memperjuangkan nasib warganya yang bekerja di sektor kelautan dan perikanan. Terutama warga yang berprofesi nelayan. Kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam forum itu, Bupati La Bakry mengaku sedikit sulit mengontrol warga yang hendak bekerja di luar negeri, termasuk menjadi awak kapal ikan bagi kapal asing.

Persoalan mendasarnya adalah ada ribuan nelayan di Buton yang belum bisa melaut dengan maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarannya. “Keterampilan ada, potensi ikan di Buton sangat melimpah, tapi kapalnya yang tidak ada. Nah, berangkat dari masalah ini, kami berharap KKP dapat memberikan bantuan kapal nelayan lebih banyak lagi,” ungkap Bupati Buton La Bakry kepada Kendari Pos melalui sambungan telepon, Rabu (7/4).

Meski begitu, Bupati Buton La Bakry menegaskan bahwa sudah ada beberapa alat perikanan tangkap yang sudah disalurkan ke nelayan melalui kerja sama yang dibangun dengan KKP. Sejak Januari hingga Februari 2021 ini, tercatat sudah dua lokasi yang disambangi La Bakry untuk memberikan penguatan kapasitas pada para nelayan di otoritanya.

Pertama, bantuan alat tangkap ikan berupa 22 unit armada tuna hand line, 47 unit armada katinting dan 12 unit rumpon. Kedua, bantuan diserahkan awal Februari lalu di Kecamatan Lasalimu. Bantuan tersebut berupa 200 jaring untuk 106 nelayan, 1 armada tuna dan 1 unit rumpon, serta 2 set lampu listrik tenaga surya untuk rumpon. Penyerahan secara simbolis dipusatkan di Baruga Desa Waoleona Kecamatan Lasalimu.

Bupati Buton La Bakry mengatakan bantuan tersebut hanya sebagai stimulan saja. Nelayan bisa memaksimalkan tangkapannya jika memanfaatkannya optimal. “Untuk nelayan sifatnya stimulan. Kiranya bantuan tersebut dapat berkembang. Kita berharap nelayan kita bisa lebih produktif melalui pemanfaatan alat-alat yang diberikan pemerintah,” kata La Bakry.

Mantan Wakil Bupati Buton tersebut berharap bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. “Intinya juga jangan sampai bantuan itu dipindah tangankan untuk mendapat untung lebih cepat, selanjutnya tidak bisa lagi melaut,” ungkapnya.
Menurut La Bakry, jika bantuan terus mengalir dalam jumlah yang lebih banyak, maka nelayan Buton tidak akan mencari nafkah di tempat lain. “Kabar baiknya, Kementerian Kelautan dan Perikanan merespons usulan kita,” tambahnya.

Untuk diketahui potensi perikanan Buton mencapai ratusan ton pertahun. Namun hanya sekira 26 ribu ton per tahun yang dapat digarap oleh 8.000-an nelayan di Buton. Salah satu kendalanya adalah peralatan yang masih terbatas. Sejauh ini, lebih dari 3.000-an nelayan sudah memiliki fasilitas memadai. (lyn/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top