Metro Kendari

Hadapi Bonus Demografi, Sulkarnain Berdayakan Generasi Milenial Kendari

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tengah) bersama para wirausaha muda sempatkan foto bersama pada sebuah kesempatan. Tampak Sulkarnain memperlihatkan produk pangan kaum milenial Kota Lulo. (FOTO : AGUS SETIAWAN / KENDARI POS)

KENDARINEWS.COM–Indonesia diprediksi bakal menghadapi bonus demografi pada 2030 – 2040 mendatang. Pada masa itu, jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) lebih mendominasi jika dibandingkan penduduk tidak produktif (dibawah 15 tahun, diatas 64 tahun). Hal inilah yang membuat Pemkot Kendari serius menyiapkan generasi mudanya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, secara umum Kendari sudah siap menghadapi masa emas 10 tahun mendatang.  Itu dikarenakan pihaknya telah menyiapkan generasi milenial untuk bisa berkompetisi pada masa yang akan datang.

“Tentu ini (Bonus Demografi) jadi tantangan sekaligus peliuang bagi kita. Kenapa kita sebut sebagai tantangan karena kalau tidak hati-hati mempersiapkannya, tidak dari sekarang kita lakukan upaya-upaya penyiapan maka bonus demografi ini bisa jadi ancaman bagi kita,” kata Sulkarnain Kadir.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi bonus demografi, pihaknya berusaha membuka peluang yang sebesar-besarnya kepada pemuda untuk berinovasi dan berkreasi. Ia mencontohkan, berbagai inovasi aplikasi yang yang dihadirkan di Kota Kendari telah diadopsi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, ada aplikasi Jari, E-Proksi dan aplikasi layanan pemerintah lain.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan wadah bagi para entepreneur (wirausaha) muda yakni dengan menghimpun mereka dalam Kendari Preneur untuk mengasah jiwa wirausaha anak muda Kota Kendari.

“Bisa dibayangkan kalau nanti angkatan muda kita tidak produktif, tidak kompetitif, tidak punya kemampuan untuk bersaing secara nasional maupun internasional, maka ini akan menjadi beban buat kita,” kata Sulkarnain Kadir.

“Tetapi sebalikanya. Kalau kita bisa mengelolanya dengan baik, dan mempersiapkannya sejak saat ini, maka ini bisa kita rubah jadi peluang. Karena sejarah negara-negara yang mengalami bonus demografi itu selalu bisa tumbuh secara signifikan. Baik itu secara ekonomi maupun yang lain,” tambahnya.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini yakin, upaya yang dilakukan pihaknya bisa membuat Kota Kendari akan mampu menghadapi bonus demografi 10 tahun mendatang. Disisi lain, hadirnya wadah Kendari Preneur diprediksi bisa melahirkan ribuan wirusaha baru yang akan mengisi tahun keemasan dan kejayaan Indonesia dimasa yang akan datang.

Sekedar informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia produktif di Kota Kendari pada 2030 mendatang diprediksi mencapai 323.871 (85 persen) dari sekira 345.107 populasi penduduk. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top