Sulawesi Tenggara

Gubernur Kukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi

KENDARINEWS.COM– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengukuhkan pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Sultra Periode 2020-2025 di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (20/4).

Dalam sambutannya Ali Mazi berpesan kepada para pengurus LPPD Sultra, agar keberadaan organisasi ini tidak hanya fokus terhadap hal-hal terkait pelaksanaan lomba untuk meraih prestasi juara. Tetapi hal yang lebih penting dan utama, kata Gubernur, adalah bagaimana LPPD mampu memberi kontribusi yang positif dalam mengajak dan memotivasi umat untuk senantiasa taat dan patuh menjalankan perintah agama, serta berperan aktif dalam menjaga dan memelihara serta memperkuat kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah.

“Kemitraan pemerintah dengan seluruh umat beragama sejatinya mutlak dibutuhkan dalam rangka mendukung penyelenggaraan pembangunan secara sinergis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sementara pembangunan bidang keagamaan, merupakan bagian penting dari proses pembangunan itu sendiri,” tegas Gubernur.

Oleh karena itu, kata Ali Mazi, Pemprov Sultra menjadikan pembangunan bidang keagamaan sebagai salah satu program prioritas melalui Program Sultra Berbudaya dan Beriman.

“Melalui program Sultra Beriman diharapkan seluruh umat beragama khususnya di Sultra dapat menjalankan ajaran dan keyakinan agamanya masing-masing dalam rangka terwujudnya Sultra yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat, ” harapnya.

Dia juga menjelaskan, untuk Sultra, kerukunan antara umat beragama selama ini tercermin dari interaksi sosial masyarakat dan keberadaan rumah-rumah ibadah. Khususnya, antara masjid sebagai rumah ibadah umat Islam dan gereja sebagai rumah ibadah umat Kristen.

“Rumah ibadah ini dapat berdiri berhadap-hadapan atau berdampingan, bahkan ada salah satu masjid di Kota Kendari yang salah satu bagian dari bangunannya menjadi bagian lain dari bangunan gereja,” jelas orang nomor satu di Bumi Anoa itu.

Tentunya, selama ini di wilayah Sultra, perbedaan agama dan keyakinan, kata dia tidak menjadi penghalang bagi terlaksananya kehidupan sosial masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan sebagai sesama warga masyarakat Sultra dan bangsa Indonesia. (Rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top