Muna

Gua Tengkorak Manusia Ditemukan

KENDARINEWS.COM– Sebuah gua yang menyimpan benda dan tengkorak manusia baru saja ditemukan di Kabupaten Muna. Penemuan tersebut diyakini dapat menjadi petunjuk baru ihwal sejarah peradaban manusia purba yang mendiami daerah tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Museum Barugano Wuna, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Hadi Wahyudi, menerangkan, benda dan tengkorak tersebut merupakan penemuan tim ekspedisi yang terdiri dari unsur UPTD, pemerhati budaya, arkeolog dari Pusat Arkeologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Badan Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan.

Ekspedisi dilakukan di wilayah Laukusi, Kecamatan Tongkuno, sekitar 30 kilometer dari Kota Raha. Wilayah penemuan itu masih termasuk bekas pusat Kerajaan Wuna dimasa lampau.

“Ada puluhan orang yang secara sukarela melalukan ekspedisi untuk kepentingan sejarah. Kami terdiri dari beberapa unsur, termasuk tokoh budaya. Alhamdulilah ada penemuan penting yaitu sebuah benda dan tengkorak serta beberapa tulang belulang manusia. Penemuan itu disebuah gua yang disebut Kararasi, di daerah Laukusi,” terangnya, Senin (12/7).

Hadi mengatakan, Gua Kararasi yang menjadi lokasi penemuan itu berada pada ketinggian kurang lebih 20 meter di atas permukaan tanah dengan lebar mulut gua 10 meter. Gua itu berjarak sekitar 2 kilometer dari Tanjung Laiworu dan permukiman terdekat berjarak sekitar 3 kilometer

Tim ekspedisi juga berhasil mengindentifikasi benda penemuan tersebut terdiri dari tiga tengkorak yang dalam kondisi utuh dan sebuah benda yang diduga sampan atau perahu.

“Tulang lain juga banyak, hanya kondisinya pecah. Tetapi pastinya ini penemuan penting dari ekspedisi yang dilakukan bersama,” jelasnya. Hadi Wahyudi menambahkan, tim ekspedisi kemudian mengambil beberapa bagian tulang dan kayu sampan untuk keperluan uji laboratorium oleh arkeolog di Jakarta. Kepastian mengenai usia temuan itu dapat dikonfirmasi usai hasil uji tersebut keluar. Penemuan tersebut juga sudah dilaporkan kepada Bupati Muna LM. Rusman Emba. “Proses uji lab itu akan dilakukan arkeolog nasional, sesuai kompetensi mereka,” paparnya.

Hadi mengaku, penemuan itu sangat berharga bagi sejarah peradaban manusia terdahulu yang mendiami Pulau Muna. Menurutnya, jika dirunut, lokasi penemuan di wilayah Laukusi masih berdekatan dengan komplek gua Liangkobori. Sehingga dapat disinyalir jika lokasi penemuan tengkorak dan gua Liangkabori dengan gambar purba merupakan kawasan pemukiman pra sejarah.

Benda dan tulang manusia penemuan terbaru itu diharapkan menjadi petunjuk penting untuk mengetahui lebih jelas tentang asal usul penduduk pertama Bumi Sowite. Penemuan itu juga diharapkan mengonfirmasi lebih jauh ihwal peta sebaran dan petunjuk pola hidup manusia purba. “Setelah keluar hasil laboriatorium, mudah-mudahan ada petunjuk yang jelas tentang kekayaan sejarah Muna,” tandas Hadi Wahyudi. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top