Nasional

Gotong Royong Percepatan Pemanfaatan Aspal Buton

KENDARINEWS.COM — 16 tim lintas Kementerian yang menyambangi area tambang aspal Buton, Senin (1/2) kini kembali ke Jakarta. Mereka membawa pulang rasa optimisme besar untuk penggunaan aspal Buton secara nasional. Tiga hal yang menjadi titik pantau menunjukan hasil yang menjanjikan. “Pertama soal cadangan aspal. Ratusan hektar tersedia. Soal infrastruktur penunjang. Nah ini yang perlu ditingkatkan,
sama halnya dengan pabrikan dan perusahaan, produksinya juga harus ditingkatkan,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur
dan Transportasi Kemenko Marver Ayodia G. L. Kalake.

Demi memuluskan komitmen penggunaan aspal Buton itu, ia berharap semua pihak menghilangkan ego sektoral. Bekerja dengan penuh integritas dan saling mendukung. Sistempengelolaannya ke depan harus digitalisasi. “Pada akhirnya, produksi aspal Buton dapat dimanfaatkan di negeri sendiri,” optimismenya.

Gubernur Sultra Ali Mazi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada tim lintas Kementerian itu. Menurut dia, meskipun singkat, namun apa yang bisa ditunjukan pada utusan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan itu sudah bisa memberi gambaran umum terkait hal yang ingin dibuktikan secara kasat mata. “Selama ini kalau hanya foto, persentase dan rapat virtual itu memang masih kurang. Tapi kalau
sudah lihat langsung pasti lebih meyakinkan,” katanya.

Gubernur berjanji akan mengawal dan membenahi semua kekurangan di lapangan. Misalnya mendorong perusahaan tambang untuk memacu produksi. “Aspal buton sebagai komoditas nasional. Pasar produknya sudah internasional. Jadi mari berjuang sama-sama,” pungkasnya.

Politisi NasDem itu menyebut secara umum potensi aspal di Kabupaten Buton seluas 60.000 hektar namun baru dieksploitasi seluas 400 hektar. Ada 42 izin usaha pertambangan, perusahaan yang eksploitasi produksi, sementara 6 perusahaan telah produksi. Salah satunya PT. Wijaya Karya (Wika) Bitumen seluas 101 hektar dan PT. Kartika Prima Abadi yang ditargetkan bulan Mei 2021 telah memproduksi dalam bentuk kemasan 25 hingga 50 kilogram. (lyn/rah/adv).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top