Metro Kendari

Gelar Belajar Tatap Muka, Komisi III DPRD Kendari Minta Sekolah Terapkan Prokes Ketat

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari telah mengizinkan seluruh satuan pendidikan di Kota Lulo untuk menggelar pembelajaran secara tata muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 saat ini. Itu tertuang dalam Rekomendasi Wali Kota Kendari Nomor : 421.3/5312/2021 tentang teknis PTM tahun ajaran 2021/2022. Kendati sudah dizinkan, pemerintah diminta tetap mewaspadai potensi penularan wabah yang menyerang sistem penrnapasan itu.

Anggota Komisi III DPRD Kendari, La Yuli mengimbau pemerintah dalam hal ini satuan pendidikan tidak lengah dalam menggelar PTM. Pasalnya, wabah Covid-19 masih menjadi pandemi dan masih berpeluang menulari masyarakat khususnya peserta didik.

Anggota Komisi III DPRD Kendari, La Yuli

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Kendari ini menyarankan pemerintah memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah seperti warga sekolah mulai dari peserta didik, guru kelas, dan tenaga kependidikan wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan ada pengaturan jarak (Physical Distancing).

“Pada umumnya kami mendukung penuh apa yang diusulkan pemerintah, terutama dalam melaksanakan PTM tatap muka, yang mana untuk mengatasi kejenuhan siswa yang sudah lama belajar secara daring (online) dari rumah. Akan tetap kami minta pemerintah tidak lengah. Tetap terapkan prokes secara ketat,” kata La Yuli, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikmudora) Kendari Makmur mengaku PTM tatap muka sudah resmi digelar sejak 6 September lalu. PTM digelar terbatas dengan menerapkan prokes ketat.

“Sebelum masuk kelas, seluruh peserta didik dicek kondisi kesehatannya. Diukur suhu tubuhnya menggunakan Thermo Gun dan diwajibkan memakai masker. Bagi peserta didik yang ditemukan dalam keadaan tidak fit. Maka direkomendasikan untuk istirahat dan belajar secara dari dari rumah agar tidak ketinggalan pelajaran,” kata Makmur.

Sebagai bentuk perlindungan, pihaknya membatasi pelaksanaannya dengan mengklasifikasikan sekolah kedalam tiga bagian. Yakni sekolah kecil, sedang, dan sekolah besar. Untuk jenjang TK, kata Makmur, yang masuk kategori sekolah kecil jika jumlah muridnya tercatat sebanyak 100 orang kebawah. Pelaksanaan PTM hanya tiga hari dalam sepekan dengan prokes ketat. Tiga hari sisanya dilaksanakan secara daring.

Selanjutnya kategori TK sedang adalah yang jumlah muridnya tercatat hanya 101 – 200 orang. PTM-nya dua hari. Sedangkan TK besar muridnya diatas 200 orang, PTM dilaksanakan hanya 1 hari dan sisanya 5 hari dilaksanakan secara daring.

Untuk jenjang SD, kategori sekolah kecil adalah yang jumlah muridnya hanya 200 orang kebawah. PTM dilaksanakan setiap hari dengan prokes ketat. Kemudian sekolah sedang mulai  201 – 500 orang. PTM 3 hari dalam sepekan. Dan yang masuk kategori sekolah besar jumlah muridnya sebanyak 501 keatas. PTM-nya 2 hari sisanya dilaksanakan secara daring.

Sementara untuk tingkat SMP, sekolah yang masuk kategori sekolah kecil jika pelajarnya hanya berjumlah tidak lebih dari 200 orang. PTM dilaksankan setiap hari dengab prokes ketat. Untuk kategori sekolah sedang, jumlah pelajarnya berkisar antara 201 – 500 orang, PTM nya 3 hari, 3 hari daring. Sedangkan yang masuk kategori besar adalah sekolah dengan jumlah siswa diatas 501 orang. “Pembelajaran tatap mukanya hanya 2 hari. Sisanya sekira 4 hari dilaksanakan secara daring dari rumah dengan tetap dalam pengawasan orang tua dan menerapkan prokes,” kata Makmur. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top