Ekonomi & Bisnis

Ekspor Sultra Desember 2020 Turun 41,95 Persen

Fasilitas penampung peti kemas di Kendari.

KENDARINEWS.COM–Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Desember 2020 mengalami penurunan sebesar 41,95 persen dibanding November 2020 yaitu dari 409,97 juta Dolar AS menjadi 237,99 juta Dolar AS. Secara kumulatif, total ekspor Sultra Januari-Desember 2020 tercatat 2,397 miliar Dolar AS atau naik 28,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan, eksporSultra Desember 2020 masih didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai 232,15 juta dolar AS, kelompok komoditas ikan dan udang senilai 3,44 juta Dolar AS, dan kelompok komoditas buah-buahan dengan nilai 1,61 juta Dolar AS. Dari sisi pertumbuhan kumulatif Januari-Desember 2020, ekspor lima golongan barang utama naik 78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

“Penurunan terbesar ekspor Sultra Desember 2020 secara bulanan terjadi pada kelompok komoditi besi dan baja senilai 174,18 juta Dolar AS atau sebesar 42,87 persen,” ungkap Agnes Widiastuti, kemarin.

Ia menyebut,  Tiongkok, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang menjadi negara tujuan ekspor utama Sultra sepanjang tahun 2020 dengan berkontribusi masing-masing sebesar 205,29 juta Dolar AS, 26,53 juta Dolar AS, 1,04 juta Dolar AS, 2,09 juta Dolar AS, dan 0,18 juta Dolar AS. Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,48 persen dari total ekspor pada periode Januari-Desember 2020.

Menurut Agnes, turunnya ekspor Sultra pada Desember 2020 dibanding November 2020 dipengaruhi oleh turunnya ekspor ke negara tujuan utama yaitu Tiongkok. Ekspor ke Tiongkok turun senilai 190,99 juta Dolar AS atau  48,20 persen. 

“Ekspor Sultra Desember 2020 didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar
235,58 juta Dolar AS (98,99 persen) dan sisanya sektor pertanian 2,41 juta Dolar AS (1,01 persen). Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor Januari-Desember 2020, produk industri engolahan berkontribusi sebesar 99,43 persen, produk pertanian 0,39 persen, dan produk pertambangan 0,18 persen,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top