Kolaka

Ekonomi Merosot, Pengangguran Meningkat


KENDARINEWS.COM — Meluasnya wabah Covid-19, telah berdampak terhadap sendi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat serta penyelenggaraan pemerintahan daerah. Terganggunya produktivitas ekonomi membuat merosotnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah penangguran terbuka. “Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka pada tahun 2020 secara umum terkoreksi mencapai minus 3,40 persen atau mengalami penurunan dibanding 2019,” ungkap Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei saat menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban tahun anggaran 2020 di aula kantor DPRD, Rabu (7/7).

Bupati Kolaka, H Ahmad Safei (kanan) saat menyerahkan laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2020 pada Ketua DPRD, Syaifullah Halik pada sidang paripurna

Di hadapan Forkopimda dan anggota DPRD Kolaka, Safei menjelaskan, penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi akibat tidak maksimalnya produksi beberapa sektor ekonomi, khususnya delapan lapangan usaha. “Itu seperti sektor pertambangan dan penggalian minus 6,88 persen, sektor perdagangan minus 4,09 persen, sektor transportasi minus 4,10 persen, dan sektor akomodasi serta makan minum 3,03 persen. Namun demikian, sembilan lapangan usaha lainnya masih tumbuh positif, seperti sektor pertanian, industri, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan,” jelasnya.

Lanjut Safei, dampak Covid-19 juga menyebabkan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2020 sebesar 5,29 persen atau meningkat dibanding tahun 2019 lalu yang hanya 3,61 persen. Kata Safei, peningkatan pengangguran terbuka tersebut terjadi merata di seluruh Indonesia. “Kondisi ini terjadi karena berkurangnya lapangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19,” bebernya. Kolaka-1 tersebut menegaskan, meskipun pengangguran meningkat, namun beberapa indikator makro lainnya masih menunjukkan kinerja positif di tengah pandemi, seperti peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan penurunan jumlah penduduk miskin.

“IPM Kabupaten Kolaka tahun 2019 lalu sebesar 73,01 poin. Sedangkan di tahun 2020 meningkat menjadi 73,45 poin. Untuk jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 tercatat berjumlah 24 ribu orang atau 11,92 persen. Sedangkan di tahun 2020 turun menjadi 23,76 ribu orang atau 11,63 persen,” rincinya. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru


To Top