Metro Kendari

e-Proksi Dirancang Memudahkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah


KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari berkomitmen mencegah potensi terjadinya korupsi. Sebagai bentuk pencegahan, pemkot menghadirkan inovasi aplikasi e-Proksi (Elektronik Program Pencegahan Korupsi). Aplikasi tersebut tengah disosialisasikan kepada masyarakat, ASN dan guru-guru di sekolah di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan upaya pencegahan perilaku korupsi penting dilakukan sejak dini termasuk dimulai dari tingkat sekolah. Para guru diedukasi agar nantinya bisa memahami penggunaan aplikasi sekaligus informasi soal bahaya korupsi bisa disampaikan kepada murid sejak dini.

“Saya sudah instruksikan inspektorat untuk turun langsung di lapangan menyosialisasikan aplikasi ini. Termasuk sosialisasi di seluruh sekolah yang ada di Kendari. Mudah-mudahan upaya kita ini bisa menjauhkan kita dari perilaku korupsi,” kata Sulkarnain Kadir, Selasa (28/9) kemarin.

Menu layanan e-proksi. Tidak hanya aduan, ada beberapa fitur layanan lainnya seperti e-SKBT .

Terpisah, Inspektur Pembantu (Irban) Investigasi Inspektorat Kendari, Mulyadi mengatakan institusinya telah menyosialisasikan aplikasi e-Proksi ke beberapa perwakilan SD dan SMP di Kendari. Diantaranya SDN 10, SDN 36, SDN 49, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 12, dan SMPN 17 Kendari.

“Kami kenalkan aplikasi ini kepada para guru agar mereka bisa pahami fungsinya. Aplikasi e-Proksi dirancang agar memudahkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya, khususnya dalam pencegahan korupsi. Selain itu, untuk mempermudah ASN (guru) dan masyarakat dalam mengakses serta menerima layanan APIP secara elektronik,” kata Mulyadi.

Tim Sosialisasi Aplikasi e-Proksi bersama perwakilan guru SD di Kota Kendari usai pengenalan aplikasi, kemarin. Kehadiran aplikasi e-Proksi diharapkan bisa mencegah potensi terjadinya praktik korupsi.

Ia pun berharap, masyarakat maupun ASN bisa memanfaatkan aplikasi ini karena fungsinya sebagai saluran informasi dalam rangka mencegah perilaku korupsi. “Masyarakat bisa mengunduh aplikasi ini melaku Play Store atau mengklik link kotakendari.eproksi. Dalam aplikasi itu terdapat beberapa fitur yang bisa diakses. Salah satunya adalah saluran pengaduan” kata Mulyadi.

Sementara itu, Kepala sekolah SMPN 3 Kendari, Mansur Mokuni menyambut baik pengenalan aplikasi e-Proksi. Menurutnya, sosialisasi penting dilakukan untuk mengedukasi para guru terkait pengawasan pengelolaan tata kelola keuangan melakui aplikasi e-Proksi. Terlebih upaya tersebut erat kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan.

“Mudah-mudahan aplikasi ini bisa dikembangkan. Kami mengusulkan agar nantinya aplikasi ini dikoneksikan dengan pengelolaan pendidikan, sehingga lebih mendekatkan pelayanan antara sekolah, orang tua dan siswa dimasa pendemi ini,” kata Mansur Mokuni. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top