HEADLINE NEWS

Dua Kali Gagal Berangkat, CJH Asal Sultra ini Mengaku Kecewa

KENDARINEWS.COM — Sebanyak 2.012 calon haji asal Sultra) kembali batal berangkat ke tanah suci menyusul keputusan pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun 2021. Sedih dan kecewa pun dirasakan para calon haji yang sudah bertahun menanti keberangkatan. Pemprov Sultra meminta para calon jamaah haji (CJH) untuk bersabar dan menerima putusan pemerintah.

“Penundaan keberangkatan jemaah haji sudah tahun kedua. Jadi kita harapkan masyarakat terima putusan pemerintah, “kata Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas.

Pembatalan ini kata dia, cukup mendasar. Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberi kuota. Sementara proses persiapan pemberangkatan jemaah sudah sangat kasip. Seperti tahun lalu, pemerintah Arab Saudi tetap membatasi jemaah haji. Mereka memperketat orang masuk ke negaranya termasuk jemaah haji.

“Saya kira pemerintah telah berupaya dan berharap tahun ini sudah bisa diberangkatkan para CJH. Tetapi apa dikata, negara Arab Saudi sendiri yang belum memutuskan. Wajar, sebab Indonesia masih berstatus zona merah. Karenanya bagi mereka yang ditunda keberangkatanya tak usah khawatir, tahun depan mereka sudah bisa diberangkatkan,” ujarnya.

Seorang CJH asal Sultra, Ny. Berlian mengaku kecewa. Sebab ini merupakan tahun kedua ia gagal berangkat. Wanita yang tinggal di Baruga ini mengaku telah mendaftar haji sejak tahun 2012 lalu. Pada tahun 2019, ia seharusnya sudah berangkat ke tanah suci bersama keluarganya. Namun karena kecelakaan, keberangkatannya tertunda.

“Awalnya, saya berusaha bisa berangkat. Sepekan sebelum jamaah calon haji berangkat, saya sudah mulai bisa berjalan. Namun karena masih perlu dikontrol, akhirnya ditunda. Yang berangkat, hanya 3 sanak saudara saya. Padahal jadwalnya kami berangkat bersama,” kata Berlian di kediamannya.

Pada tahun 2020 kata dia, kondisi kakinya berangsur membaik. Harapan untuk bisa segera menunaikan ibadah haji pun, semakin besar. “Bismillah, 2020 bisa berangkat. Kondisi semakin membaik. Semua syarat sudah terpenuhi, karena pada dasarnya jadwal saya berangkat itu 2019. Ternyata di 2020 tidak ada pemberangkatan, karena pandemi Covid-19,” jelas Berlian lirih. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top