Metro Kendari

DP2KB Usul Insentif Bagi Kader Lapangan

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari berkomitmen mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) di Kota Lulo. Dalam pelaksanaannya, Pemkot melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) dibantu kader lini lapangan yang meliputi Sub PPKB (Pembantu Pembina Keluarga Berencana) dan PPKB.

Jumlahnya cukup banyak yakni berkisar sekira 430 personil. Sayangnya, dalam melaksankan tugas sebagai ujung tombak program KB, para kader tidak menerima insentif. Atas dasar itulah DP2KB bakal mengusulkan pemberian insentif bagi kadernya di lapangan.

Kabid Dalduk, Penyuluhan dan Penggerakkan Disdalduk Kendari, Arniaty DK tak menampik jika kadernya di lapangan tidak mendapatkan insentif. Padahal menurutnya, peran kader lini lapangan (Sub PPKB dan PPKB) sangat penting dan salah satu penentu suksesnya program KB.

“Meskipun mereka berada pada unit paling kecil, tapi peran mereka sangat menentukan. Misalnya, Sub-PPKB itu ada di setiap RT/RW, sedangkan PPKB berada di lingkup kelurahan. Dari merekalah kita peroleh data By Name By Address. Misalnya data PUS (Pasangan Usia Subur) di suatu wilayah berapa, berapa jumlah anak, balitanya dan data lainnya,” kata Arniaty.

Selain itu, peran kader lini langan juga sangat penting dalam rangka mengedukasi masyarakat khususnya PUS untuk berpartisipasi dalam program KB. “Tugas mereka juga yakni melakukan pedekatan-pendekatan pada PUB yang menjadi targetnya. Sehingga untuk mendukung itu, maka sepatutnya diberi apresiasi,” kata Arniaty.

Saat ini, pihaknya menyusukan agar kedepan pemerintah bisa memberikan insentif berbasis kinerja. Cara itu diyakini mampun meningkatkan motivasi bagi para kader untuk lebih semangat menghasilkan data yang berkualitas dan mensukseskan program KB di Kendari.
“Jadi misalnya mereka dapat 1 peserta KB dia dapat sekian, itukan pasti membantu. Bukan perbulan sekian, tapi berbasis kinerja. Kami sebenarnya sudah buat lembar evaluasi untuk mengukur capaian mereka. Selama ini kan tidak punya tolak ukur. Kan ada yang bekerja profit oriented saja atau nanti ada insentifnya baru mau bekerja, ada juga yang ikhlas bekerja. Nah ini yang harus kita perhatikan,” katanArniaty.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengapresiasi usulan dan Disadalduk Kendari soal pengadaan insentif bagi para kader lini lapangan yang bertugas mensukseskan program KB. Ia mengaku belum terakomodirnya insentif dikarenakan kondisi keuangan daerah yang masih terbatas diakibatkan recofusing anggaran.

Meski begitu, ia berjanji dalam waktu dekat akan membahasnya bersama OPD terkait untuk membahas mekanisme pembayaran insentif kader. Ia pun berharap para kader untuk bersabar dan tetap semangat menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam mensukseskan program KB. “Saya akan bahas dulu OPD terkait (DP2KB),” kata Sulkarnain Kadir. (b/ ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top