Muna

Distribusi Air Bersih Terhenti Lama, Warga Lohia Demo PDAM Muna

14 ribu warga Lohia tak mendapat pasokan air bersih dari PDAM Tirta Dharma Muna, sejak medio Mei lalu. Perwakilan warga pun melakukan aksi demo di perusahaan daerah tersebut. FOTO ; LA ODE ALFIN/KENDARI POS

KENDARINEWS.COM– Aksi demonstrasi digelar sejumlah warga Kecamatan Lohia menuntut perbaikan pelayanan air bersih di wilayah mereka. Pasalnya, wilayah tersebut disebut sudah didera krisis air bersih karena pelayanan PDAM terhenti sejak 17 Mei lalu. Warga menuntut PDAM Tirta Dharma Muna segera menuntaskan krisis air bersih tersebut.

Jenderal lapangan aksi, Faisal menerangkan, berhentinya pelayanan PDAM itu sudah merugikan 14.000 masyarakat di Kecamatan Lohia. Pasalnya, warga kini harus mendapatkan air bersih dari pengecer keliling dengan harga tidak murah. “Kami datang meminta penjelasan Direktur PDAM Muna, Yayat Fariki mengapa masyarakat Lohia tidak dilayani air bersih,” jelasnya di pelataran kantor PDAM Tirta Dharma Muna, Raha, Rabu (9/6).

Faisal juga menambahkan, PDAM Tirta Dharma adalah lembaga daerah yang diserahi tugas memenuhi kebutuhan masyarakat terkhusus air bersih. Makanya, PDAM harus melaksanakan tugas undang-undang tersebut. Sebab krisis air bersih bisa berdampak pada krisis ekonomi dan sosial di masyarakat. “Artinya, jika ada krisis air maka berarti PDAM gagal menjalankan fungsi undang-undang,” sindirnya.

Direktur PDAM Muna, Nur Hayat Fariki, yang menemui langsung massa aksi, berargumen, lembaganya berfungsi sebagai operator atau perpanjangan tangan pemerintah dalam pelayanan air bersih kepada masyarakat. Secara teknis, terhentinya pelayanan air bersih di Kecamatan Lohia disebabkan gangguan pada mesin pompa di mata air Motonuno akibat kerusakan komponen dinamo. Kerusakan itu juga tidak bisa langsung dibenahi karena suku cadang dinamo pompa itu tidak tersedia di wilayah Sulawesi Tenggara, melainkan harus diperoleh dari Surabaya, Jawa Timur. Akibat gangguan pelayanan itu, PDAM Muna sesungguhnya sudah mengambil kebijakan kompensasi dengan membebaskan biaya rekening air, selain biaya beban.

“Gangguan ini berlangsung lama karena beberapa hal. Pertama upaya perbaikan terganjal anggaran karena kerusakan pompa terjadi setelah pembahasan anggaran di eksekutif dan legislatif selesai dilakukan. Tetapi meski demikian, PDAM tetap berupaya mengadakan dinamo dengan anggaran terbatas. Setelah dinamo ketemu, masalah kedua adalah pengiriman dari Surabaya butuh waktu 14 hari melalui ekspedisi,” paparnya.

Yayat, sapaanya melanjutkan, saat ini komponen dinamo itu telah tiba di Raha, subuh hari ini. Petugas PDAM itu langsung melakukan pemasangan dinamo di mesin pompa Motonuno. Untuk itu, ia memastikan jika air bersih di Lohia paling lambat akan mengalir paling lama, Kamis besok. “Tidak saja itu, PDAM juga sudah menyiapkan pembenahan jangka panjang. Tahun ini disiapkan Rp 5 miliar untuk mendukung pelayanan air bersih di Lohia,” jawabnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top