Metro Kendari

Disdukcapil Kota Kendari Layani Pembuatan KTP-el Transgender

KENDARINEWS.COM–Status warga yang telah melakukan transpalasi gender atau ganti kelamin kini lebih jelas. Saat ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) Kota Kendari telah membuka layanan pembuatan atau perubahan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi kaum transeksual tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Disdukcapil Kendari Agus Salim, kebijakan pelayanan pembuatan KTP-el bagi transgender sesuai arahan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh pada setiap rapat-rapat secar virtual, agar disdukcapil membantu dalam pembuatan maupun perubahan dokumen kependudukan.

Atas dasar itu, Agus Salim mengimbau kepada seluruh kaum transgender yang ada di Kota Kendari untuk segera mengurus dokumen kependudukan (KTP-el). Menurut Agus, sesuai amanah UU Nomor 24/2013 jo UU No. 23/2006 tentang Adminduk, bahwa semua Warga Negara Indonesia (WNI) harus didata dan harus punya KTP, Kartu Keluarga agar bisa mendapatkan pelayanan publik dengan baik, seperti pelayanan BPJS, Bansos dan lain-lain.

Pada dasarnya, pihaknya berkomitmen akan membantu dan memudahkan pelayanan KTP-el bagi kaum transgender tanpa diskriminasi. “Kami merasa berwajiban melayani mereka sebagai bagian dari WNI penduduk di Indonesia. Mereka juga makhluk Tuhan yang wajib kami layani dengan nondiskriminasi dan penuh empati,” ungkapnya kata Agus Salim, kemarin.

Pelayanan mendapatkan KTP-el ini, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Asisten I Pemkot Kendari ini akan dipermudah jika sudah memenuhi persyaratan, yaitu usia 17 tahun keatas, WNI, melampirkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, mengikuti proses rekam data di kantor Dukcapil Kota Kendari.

Bagi yang sudah merekam data (perubahan) tidak perlu khawatir kata Agus Salim. Masyarakat tinggal mengikuti beberapa tahapan perubahan kelamin di adminduk seperti harus diverifikasi dengan nama asli sesuai dengan alamat asalnya. Jika telah berganti nama atau berganti jenis kelamin, harus membawa dokumen otentik pengesahan kelamin laki-laki atau perempuan yang diterbitkan oleh pengadilan.

“Karena dalam kolom jenis kelamin, hanya dikenal dua yaitu jenis kelamin laki-laki dan perempuan, tidak dikenal kolom jenis kelamin transgender. Atau jika telah berganti nama, lagi-lagi harus dibuktikan putusan pengadilan. Jadi tidak dikenal nama alias, misalnya nama Jono tidak boleh langsung diganti Jeni tanpa putusan dari pengadilan negeri,” kata Agus Salim.

Sekedari informas, hingga kemarin (02/05) Disdukcapil Kota Kendari melalui kantor induk dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kecamatan belum memperoleh laporan adanya pembuatan maupun perubahan KTP-el dari kaum transgender. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top