Metro Kendari

Dikbud Menyahuti Usulan Pembangunan SMA Tiworo Raya

Asrun Lio Akan Turunkan Tim Verifikasi

KENDARI, KENDARINEWS.COM–DPRD Muna Barat (Mubar) menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemprov Sultra. Warga Tiworo Raya ingin gedung SMA berdiri di wilayah itu. Aspirasi tersebut disahuti DPRD dan meminta langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio.

DPRD Mubar mengajukan pembangunan SMA di wilayah Tiworo Raya, mengingat jumlah sekolah di wilayah tersebut kurang sehingga banyak warga Mubar yang menyeberang ke kabupaten tetangga untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMA. DPRD Mubar juga meminta penambahan guru SMA dan meminta adanya kebijakan mengembalikan guru yang berdomisi di Mubar namun bertugas di daerah lain. DPRD juga menyampaikan agar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio (tujuh dari kanan) dan Ketua DPRD Mubar, Wa Ode Sitti Sariani Ilaihi (tujuh dari kiri) di Kantor Dinas Dikbud Sultra. RAHMA SAFITRI / KENDARINEWS.COM

Untuk pengusulan pembangunan sekolah SMA di Tiworo Raya, Asrun Lio pada prinsipnya menyambut positif. “Saya akan menurunkan tim verifikasi pengusulan pembangunan sekolah. Hasil dari verifikasi itu akan kami sampaikan ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbud,” ujarnya kepada Ketua DPRD Mubar, Wa Ode Sitti Sariani Ilaihi, Sekwan dan sejumlah anggota DPRD lainnya, baru-baru ini.

Asrun Lio mengapresiasi perhatian dan kepedulian DPRD Mubar terhadap dunia pendidik di daerahnya. Salah satu persoalan yang dihadapi pendidikan Sultra saat ini yakni masalah jumlah dan pendistribusian tenaga pendidik dan kependidikan. “Upaya untuk menjawab persoalan tersebut, yakni dengan mengangkat 3.750 guru tetap non PNS,” ujar Asrun Lio.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio (tengah) saat menjelaskan kondisi pendidikan di Sultra kepada Ketua DPRD Mubar, Wa Ode Sitti Sariani Ilaihi dan anggota DPRD Mubar lainnya. RAHMA SAFITRI / KENDARINEWS.COM

Langkah selanjutnya, menata distribusi tenaga pendidik dan kependidikan. “Saat ini kami sosialisasi penataan pendistribusian tenaga pendidik dan kependidikan. Pemprov Sultra menyiapkan aplikasinya dan tinggal menunggu Pergub,” terang Asrun Lio.

Terkait masalah pembelajaran tatap muka, telah dilakukan secara terbatas. Kapasitas ruangan hanya setengah dari jumlah siswa dalam satu kelas dan menerapkan protokol kesehatan. “Kami juga tetap berkoordinasi dengan gugus tugas covid di masing-masing wilayah,” jelas Asrun Lio. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top