HEADLINE NEWS

Demo Minta Perbaikan Jembatan, Ratusan Massa Segel Tiga Kantor di Konawe

Konawe, KENDARINEWS.COM — Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Latoma melakukan aksi unjukrasa, Kamis (11/6/2020). Mereka menuntut perbaikan jembatan penyebrangan, di Desa Wowa Latoma Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe. Tidak tanggung-tanggung, massa menyegel gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe dengan menggunakan pilox karena tidak ada satupun anggota dewan yang berada ditempat, setelah menyegel DPRD, mereka langsung menuju kantor Daerah Konawe (Bupati). Disana, masa kembali menyegel gedung putih tersebut karena tidak ada yang menemui mereka. Begitupun di kantor Bappeda Konawe.

Irfan Koordinator Lapangan yang didampingi Andriadi Muliyadi Jendral menjelaskan bahwa tujuan mereka yakni merefleksi Pemda Konawe satu sahun runtuhnya Jembatan Latoma akibat dari terjangan banjir bandang tahun 2019 lalu. Ia menegaskan warga menuntut agar pemerintah daerah segera membangun jembatan di Latoma. Jangan menutup mata dan telinga tanpa memberikan solusi apa yang menjadi persoalan di Kecamatan Latoma, khususnya di Jembatan Latoma. “Pada bulan lalu ada warga di Kecamatan Latoma yang hendak menyeberangi sungai mereka mengalami musibah, yakni pincara yang mereka tumpangi itu putus di tengah sungai dan terbawah arus sungai sepanjang 100 meter,” terangnya.

Dirinya juga membeberkan bahwa tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Konawe telah menganggarkan sebanyak 1,4 miliar untuk pembangunan jembatan Latoma tersebut. Tetapi nyatanya pemerintah hanya memberi surat pernyataan bahwa anggarannya telah dihilangkan. “Nah ini yang menjadi pertanyaannya buat kami. Katanya dihilangkan karena persoalan Covid-19 ini. Tetapi yang kami inginkan itu solusi yang mesti di tawarkan di Kecamatan Latoma. Kami sangat kecewa terhadap pemangku kebijakan di Konawe,” bebernya.

Alternatif yang digunakan warga di Kecamatan Latoma adalah dengan menggunakan pincara. Sekali menyebabkan, untuk kendaraan mobil warga membayar 50 ribu sekali menyebrangi sungai tersebut. Sedangkan kendaraan bermotor itu 10 hingga 15 ribu. “Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Latoma dan Kota Unaaha,” pungkas Irfan. Sementara itu di Kantor PU Konawe masa di temui oleh Plt Sekretaris Dinas (Sekdis) Noor Jannah. Dihadapan masa aksi dia bilang akan membuat jembatan penyebrangan sementara di Kecamatan Latoma.

Kata dia, saat pengerjaan jembatan beton, jembatan penyebrangan sementara tersebut tetap akan digunakan, namun harus satu arah, karena ukuran jembatannya yang skala kecil. “Jangan pernah berfikir kami tidak memperhatikan warga di Kecamatan Latoma. Kami, meskipun diam tapi kami berbuat. Jadi tahun ini, disana yang akan kami buat itu adalah jembatan penyebrangan sementara. Untuk jembatan betonnya tahun depan kita anggarkan,” pungkasnya. (KP/IS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top