Metro Kendari

Dana Kesiapsiagaan Masih Kurang, Dinsos Kendari Usul Penambahan

Ketgam : Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir saat menyalurkan bantuan sosial (Bansos) kepada salah satu warga Anduonohu yang terdampak musibah kebakaran beberapa waktu lalu.

KENDARINEWS.COM–Musibah bencana alam maupun bencana sosial bisa terjadi kapan dan dimana saja. Tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan. Mulai harta benda hingga menelan korban jiwa. Sebagai bentuk antisipasi, Pemkot Kendari melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menyiapkan anggaran kesiapsiagaan sekira Rp 500 juta. Kendati demikian, jumlahnya dianggap masih kurang. Tidak sebanding dengan potensi bencana di Kota Lulo.

Kepala Dinsos Kendari, Abdul Rauf mengatakan potensi bencana alam dan bencana sosial di Kota Kendari cukup tinggi. Pada Periode Januari sampai Agustus tahun ini saja sudah terjadi beberapa kali bencana seperti musibah banjir yang terjadi di kawasan Sungai Wanggu, angin puting beliung di Kadia dan beberapa bencana sosial lainnya seperti musibah kebakaran dibeberapa titik di Kendari.

Total warga yang sudah dibantu melalui anggaran kesiapsiagaan mencapai 150 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya sebanyak 20 KK korban bencana sosial (kebakaran) dan 80 KK korban bencana alam banjir dan 50 KK korban bencana alam lainnya. Diprediksikan kedepan masih akan bertambah melihat potensi bencana di Kota Lulo.

“Kami harap anggaran kesiapsiagaan ditambah jumlahnya supaya bisa memudahkan pemerintah membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan karena tertimpa musibah. Jika terealisasi kami pastikan masyarakat bisa terlayani dengan baik. Saat bencana bantuan sekecil apapun sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Abdul Rauf, Jumat (03/12/2021).

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyambut baik usulan dari Dinsos. Menurutnya, kesiapan anggaran yang cukup dalam menghadapi bencana sangat penting agar mempercepat penanganan bencana.

Hanya saja, kata Sulkarnain, kondisi keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan penambahan dikarena telah terjadi recofusing APBD. “Tapi kita terus upayakan, mudah-mudahan kedepan bisa kita porsikan lebih tinggi lagi. Anggaran ini kan untuk masyarakat dan aman dipakai hanya pada saat bencana. Kami akan prioritaskan,” kata Sulkarnain Kadir. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top