Wakatobi

Dana Beasiswa Pendidikan Bersinar tak Bertambah

KENDARINEWS.COM — Pengalaman tahun 2020 lalu menjadi pelajaran berharga bagi Tim Verifikasi Program Pendidikan Bersinar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Wakatobi. Selain menemukan berkas bermasalah, banyaknya peminat menjadi salah satu faktor terlambatnya pencairan dana bantuan pendidikan. Bahkan proses pencairan beasiswa prestasi dan bantuan siswa miskin (BSM) terpaksa harus menyeberang tahun.

Mengingat peminat meningkat dari 540 orang pada tahun 2019 menjadi 971 orang, dana yang sebelumnya hanya disiapkan kurang lebih Rp 2,5 miliar harus ditambah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2020 sebesar Rp 1 miliar. Sehingga total anggaran Program Pendidikan Bersinar baik untuk beasiswa prestasi maupun BSM tahun lalu kurang lebih Rp 3,5 miliar.

Tahun ini, sepertinya hal itu tak bisa terulang lagi. Meskipun animo peminat cukup tinggi, namun untuk anggaran yang disiapkan maksimal Rp 2,6 miliar saja. “Kalau untuk penambahan anggaran seperti tahun lalu masih sulit. Kita hanya fokus pada anggaran sebesar Rp 2,6 miliar ini dulu. Nanti akan kita lihat kondisinya kalau jumlah peminatnya bertambah,” ungkap Ketua Panitia Verfikasi Berkas Pendidikan Bersinar, Dikbud Wakatobi, Nurmasi.

Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan pada Dikbud Wakatobi ini juga kembali menegaskan agar para mahasiswa yang mengusulkan beasiswa prestasi bisa memperhatikan lebih seksama lagi berkas yang disetor ke tim verifikasi. “Karena yang kadang kita temukan, sudah buku rekeningnya tidak aktif, nomor kontaknya juga sulit dihubungi. Jadi, kami tegaskan agar berkas utamanya nomor rekening dan kontaknya harus aktif,” harap Nurmasi.

Saat ini pihaknya masih melakukan monitoring atau verifikasi berkas. Targetnya sebelum pembayaran sumbangan pembinaan pendididikan (SPP) mahasiswa, anggaran tersebut sudah harus cair ke rekening masing-masing penerima. “Dalam waktu dekat ini kalau sudah selesai monitoring tidak lama lagi akan segera kita cairkan supaya target tepat sasaran pemerintah itu tercapai. Karena memang beasiswa ini untuk mengurangi beban orang tua dalam hal pembayaran SPP para mahasiswa,” bebernya. Untuk diketahui, pada tahun 2019 lalu penerima beasiswa prestasi hanya sebanyak 540 orang mahasiswa tingkat strata satu (S1) dan S2 yang kuliah di dalam maupun di luar negeri. Sementara tahun 2020 meningkat hampir 100 persen atau capai 971 orang. (c/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top