Kolaka Utara

Curah Hujan Tinggi, Tanggap Darurat di Kolut Diperpanjang

KENDARINEWS.COM — Trauma warga masih terlihat pasca musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dua pekan lalu dan menerjang seribuan unit rumah. Satuan Tugas Penanganan Bencana yang siaga di Posko komando terus berupaya menormalisasi sejumlah kompleks pemukiman yang digenangi lumpur, termasuk sampah pepohonan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolut, Hj. Syamsuryani, menjelaskan, status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang Kolut diperpanjang hingga 7 Januari 2021. Alasannya hujan masih terus mengguyur secara berkepanjangan dan akses serta rumah-rumah terdampak belum sepenuhnya dipulihkan. “Dua malam ini saja hujan deras berkepanjangan. Ya, warga tetap harus waspada,” ujarnya, Selasa (29/12).

Proses pembersihan rumah-rumah warga yang terendam lumpur diupayakan selesai hingga akhir bulan ini. Begitu juga kediaman penduduk yang rusak akibat hantaman arus sungai, sementara diperbaiki. “Bahan-bahannya seperti papan dan balok yang diolah dari pohon-pohon kayu yang hanyut terbawa banjir. Itu diambil Pemkab untuk dipakai sebagai material perbaikan rumah warga yang rusak,” tuturnya.

Hj. Ani, sapaan Syamsuryani juga mengatakan jika pihak Kementerian Sosial (Kemensos) telah meminta data-data korban terdampak. Untuk pengusulannya, melalui APBD, pasca bencana. Dari Pos Komando, upaya yang dilakukan juga meliputi pembuatan akses jalan pada sisi jalur sebelumnya yang terputus di Desa Batuganda akibat tergerus arus. Jembatan darurat juga telah dibuat guna mempercepat mobilisasi bantuan hingga aktivitas keluar-masuk warga yang terisolir sebelumnya.

Untuk jumlah rumah yang hilang total akibat terbawa banjir disebutkan tiga unit. Totalnya ada sembilan yang dalam tahap pengusulan karena dilihat dari kondisi bangunan yang perlu dirombak total. Upaya koordinasi saat cuaca buruk terus diintensifkan agar tidak ada korban jiwa jika memungkinkan terjadi musibah kedepannya. “Memasuki 2021 curah hujan masih cukup tinggi. Masyarakat tetap waspada banjir, longsor hingga angin puting beliung. Utamakan selamatkan keluaga jika kondisi kurang baik,” pesan Syamsuryani. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top