Cuaca Buruk, KMP Merak Rute Tobaku-Siwa Batal Berangkat

HEADLINE NEWS

KENDARINEWS.COM — Kapal feri KMP Merak rute Pelabuhan Tobaku Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menuju Dermaga Siwa Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) membatalkan pemberangkatan akibat gelombang tinggi yang disertai angin kencang. Penundaan ini merupakan kali pertama dilakukan pihak armada sejak beroperasi di wilayah tersebut.

Sesuai jadwal, KMP Merak dengan nomor lambung 1978Ba No 4222/L tersebut seharusnya meninggalkan Pelabuhan Tobaku menuju Siwa pukul 16.30 Wita. Di saat proses pemuatan sedang berlangsung, awan mendung tampak semakin menebal yang diikuti angin kencang disertai gelombang tinggi menghempas badan kapal.

Nahkoda KMP Merak, Arliansah mengatakan jika kapal terpaksa menginap di pelabuhan dan kembali berlayar pukul 05.00 wita pagi ini. Hanya ada tiga pengendara yang melakukan pembatalan dan disebut tempat tinggalnya tidak jauh dari pelabuhan. “Syahbdandar menyampaikan agar sekiranya pemberangkatan kapal ditunda dan kami iyakan karena cuaca memang tidak mendukung dan ini demi keselamatan bersama,” terangnya saat ditemui di ruang nahkodanya, Senin (22/2).

Sesuai manivest, total penumpang yang bakal berangkat sejumlah 18 orang yang terdiri dari 16 laki-laki dan 2 perempuan. Ia juga memastikan alat keselamatan tersedia cukup jika hal-hal yang tidak diinginkan berlaku di laut. “Kami pastikan semua bertiket dan tidak ada penumpang liar karena jiwa mereka terjamin asuransi,” ujarnya

Armadanya juga mengangkut 12 unit roda dua dan mobil tiga unit yang dua diantaranya truk. Jika cuaca normal, KMP Merak hanya menempuh perjalanan dari Tobaku-Siwa 3,5 jam dan jika berobak 4 jam atau lebih. “Selama saya di sini (layani pelayaran) baru kali ini kapal batal berangkat,” tutupnya.

Salah satu penumpang yang menggunakan jasa KMP Merak warga Pare-Pare, Sulsel bernama Udin (24). Ia dari Kolaka dan hendak ke Sulsel bersama rekan-rekannya. Meski memilih menunggu, mereka terpaksa turun dari kapal dan menghabiskan waktu sepanjang malam di sekitar pelabuhan lantaran feri dirasakan sangat berayun dihempas ombak. “Sebenarnya dirugikan sih akibat pembatalan. Tetapi untuk keselamatan bersama kami sepakat jika ditunda karena ombak memang kencang,”pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *