Metro Kendari

Cegah Praktek Pungli, Bapenda Gagas Reklame Berbasis Digital

KENDARINEWS.COM — Satu lagi inovasi yang digagas Pemkot Kendari. Kali ini, giliran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari. Organisasi yang dipimpin Sri Yusnita menggagas reklame digital (e-reklame). Seperti halnya Jakpa, pajak reklame ini tak lain untuk mencegah praktek pungutan liat atau pungli. Kepala Bapenda Kota Kendari, Sri Yusnita mengatakan pajak reklame memiliki celah yang paling mudah dimanipulasi. Pasalnya, datanya tidak tersave di Bapenda. Untuk itulah, pihaknya mengubah sistem pembayaran melalui medote manual menjadi digital. Dengan e-reklame ini, diharapkan tidak adalagi oknum oknum yang bermain.

“Di beberapa kasus, ada reklame yang terpasang tetapi tidak masuk datanya di Bapenda. Namun jika program ini bisa terealisasi, dapat dipastikan tidak adalagi oknum oknum yang nakal. Target saya kedepannya, nantinya itu ada peta digitalisasi posisi reklame,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya. Belajar dari masalah itu, pihaknya menggagas program e-reklame. Program ini mampu menganalisa, potensi kecolongan yang terjadi. Di setiap tiang reklame akan ada semacam barcode. Sehingga barcode tersebut bisa di scan untuk mengetahui data dari pemasangan reklame tersebut.

Dengan sistem ini, semua data bisa diperoleh secara transparan. Mulai waktu pemasangannya, waktu izinnya, dan waktu jatuh temponya kapan. Di sisi lain, masyarakat bisa turut mengawasi. Jika ada reklame reklame yang terpasang tapi tidak terdata di Bapenda Kota Kendari. “Tapi kalau orang pasang reklame, terus cuma berhubungan dengan oknum dan tidak melaporkan ke kantor. Itu tidak terdata di Bapenda. Artinya pembayaran reklamenya diserahkan ke oknum, tapi oknum tersebut tidak melaporkan ke kantor, hal seperti itulah yang mengakibatkan kantor kecolongan,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya tengah membangun komunikasi dengan pihak bank Sultra sebagai mitra strategis Pemkot Kendari. Mengingat dalam pengembangannya, Pemkot tidak bisa sendirian. Mulai dari mencari formatnya dan bagaimana prosesnya. “Saya sampaikan ke teman teman, kita bisa belajar di daerah lain seperti daerah lain. Nah tinggal kita benchmarking (pembandingan) beberapa daerah yang melakukan hal serupa. Dicocokan seperti apa yang dilakukan daerah lain, dikombinasikan kekurangannya kita perbaiki dan kelebihannya kita dalami,” kata Sri Yusnita.

Dirinya berharap program ini mendapatkan dukungan semua pihak. Terutama bantuan pengembangan dari pihak bank Sultra. Ia mengungkapkan, rencana ini telah disampaikan kepada tim koordinasi dan supervisi (korsup) KPK wilayah 7. “Mereka sangat mendukung, gagasan tersebut. Tidak lupa juga, kami sangat berterimakasih kepada bank Sultra yang sudah membantu penyediaan pajak menyapa. Dan kini kami akan berkolaborasi lagi untuk e-reklame,” pungkasnya. (b/m2)

Inovasi Bapenda

  1. Pajak Menyapa
  2. Reklame Berbasis Digital
    -Koordinasi dengan Bank Sultra
    -Gunakan Barcode

Tujuan
-Cegah Kebocoran Pajak
-Optimalkan PAD
-Pengawasan Lebih Terkontrol
-Cegah Praktek Pungli

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top