Calon Tersangka di Meja Jaksa

Nasional

Dugaan Korupsi PT.Toshida Diduga Melibatkan Unsur Pengambil Kebijakan

Geledah dan Segel Ruang Kerja Kadis ESDM

KENDARI, KENDARINEWS.COM–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra sudah mengidentifikasi calon tersangka dugaan korupsi dalam kasus tambang yang diduga melibatkan PT.Toshida Indonesia. Untuk mengurai siapa saja oknum yang diduga terlibat, tim penyidik Kejati Sultra mencari tambahan barang bukti. Senin (14/06/2021), tim penyidik yang tergabung dalam Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi menggeledah dan dan menyegel tiga ruang kerja pejabat Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Sultra.  Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis ikut diperiksa.

Tim Penyidik Kejati Sultra yang tergabung dalam Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi memeriksa dan mengamankan sejumlah dokumen di kantor Dinas ESDM Sultra yang berkaitan dugaan korupsi PT.Toshida. I NGURAH PANDI SANTOSA / KENDARINEWS.COM

Calon tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan izin pemanfaatan kawasan hutan, penerbitan RKAB dan kelalaian membayar pajak oleh PT. Toshida Indonesia  kini sudah di meja jaksa Kejati Sultra. Anggota tim penyidik Kejati Sultra, Sugiatno Migano mengatakan, pihaknya sudah mengantongi calon tersangka dalam perkara dugaan korupsi PT.Toshida. “Tersangkanya lebih dari satu. Ada dari unsur yang mengeluarkan kebijakan dan ada dari unsur yang menerima kebijakan,” ujar Sugiatno kepada kendarinews.

Kasipenkum Kejati Sultra, Dody, MH mengatakan 10 tim penyidik Kejati Sultra menyisir dokumen atau surat-surat terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi PT.Toshida Indonesia di tiga ruang berbeda. Termasuk ruang kerja Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis.  “Kasus ini masih terus dikembangkan, belum ada yang ditetapkan tersangka. Tetapi kami sudah mengantongi nama untuk ditetapkan sebagai tersangka. Saya belum bisa sampaikan siapa orangnya,” ungkap Dody, MH.

Dody, MH menjelaskan penggeledahan penyidik Kejati Sultra di Dinas ESDM Sultra merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk menuju ke tahap penyidikan. Penyidik menggeledah untuk memperoleh dokumen atau surat-surat yang berkaitan dengan PT.Toshida. “Karena yang berwenang memberikan izin adalah pihak Dinas ESDM, maka dilakukan penggeledahan di tempat tersebut untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sampai saat ini sudah ada 30 saksi yang diperiksa penyidik Kejati Sultra. Puluhan saksi yang diperiksa itu yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi PT.Toshida. Lagi-lagi Dody belum dapat memastikan identitas para saksi. “Entah dari internal maupun eksternal perusahaan PT. Toshida Indonesia,” tegas Dody, MH.

Tim Penyidik Kejati Sultra yang tergabung dalam Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi memeriksa dokumen di kantor Dinas ESDM Sultra yang berkaitan dugaan korupsi PT.Toshida.
I NGURAH PANDI SANTOSA / KENDARINEWS.COM

Dody, MH menuturkan, sejak tahun 2010, PT.Toshida menambang mineral berdasarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. “Nah, dugaan korupsi PT. Toshida berbentuk tidak membayarkan kewajiban kepada negara. Karena mengantongi IUP seharusnya PT.Toshida memenuhi kewajibannya, seperti membayarkan Penerimaan Negara Bukan Pajak Penggunaan Kawasan Hutan atau PNBP- PKH. Kewajiban membayar royalti, membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Corporate Social Responsibility (CSR) dan dana program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM),” ujarnya.

Namun disayangkan, sejak 2010 sampai 2020, PT.Toshida tidak menunaikan kewajiban tersebut kepada negara. Sehingga negara dirugikan. Kemudian pada akhir tahun 2020 izin perusahaan

tersebut dicabut oleh pemerintah. Parahnya, setelah izinnya dicabut, PT.Toshida bukannya hengkang dari Kolaka, namun justru masih tetap menambang secara ilegal. “Sehingga negara semakin dirugikan. Terhitung sejak 2010 sampai Maret 2021, negara merugi sampai Rp190 miliar,” sebut Dody.

Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Sultra menyita sejumlah dokumen di kantor Dinas ESDM Sultra yang berkaitan dugaan korupsi PT.Toshida.
I NGURAH PANDI SANTOSA / KENDARINEWS.COM

Pantauan kendarinews.com, Senin (14/06/2021), tim penyidik Kejati Sultra yang mengenakan rompi bertuliskan Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi menggeledah ruang kerja Kabid Minerba Dinas ESDM Sultra di Jalan Diponegoro Kelurahan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat. Tak hanya itu, ruang kerja Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis tak luput dari geledahan.

Berselang beberapa jam, tim penyidik terlihat membawa dokumen dalam kardus dan tas berwarna hitam dan di bawa di kantor Kejati Sultra. Lalu, tim Satsus Pemberantasan Korupsi Kejati Sultra menyegel tiga ruangan di Dinas ESDM Sultra. Segel bertuliskan Kejaksaan RI berwarna merah dibentang menyilang di pintu ruang kerja Kabid Minerba, ruang Kepala Seksi dan ruang Minerba.

Sekretaris Dinas ESDM Sultra, Ridwan Batji saat dikonfirmasi menyampaikan tidak mengetahui jika Kejaksaan melakukan penyegelan. “Saya tidak tahu,” katanya singkat. 

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM, Andi Azis tidak mau berkomentar bahkan meninggalkan wartawan. “Nanti tanya saja mereka,” ucap Andi Azis. (ndi/ali/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *