Metro Kendari

Cakupan Vaksinasi Capai 54,43 Persen

Cakupan Vaksinasi Capai 54,43 Persen

KENDARINEWS.COM — Pemberian vaksin covid-19 terhadap warga metro masih berlanjut. Pada tahap awal, ada tiga iga kelompok yang jadi sasaran vaskin yakni tenaga kesehatan (Nakes), lanjut usia (Lansia) dan petugas pelayanan publik. Dari 60.595 sasaran, baru sekitar 54,43 persen atau 32.980 warga yang telah divaksin. Capaian tersebut dianggap masih jauh mencapai kekebalan kelompok (Herd Immunity).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg.Rahminingrum mengatakan program vaksinasi Kota Kendari masih jauh untuk mencapai Herd Immunity. Pasalnya, cakupannya belum memenuhi syarat yakni minimal 70 persen dari populasi sasaran sudah mendapatkan vaksin. Itu pun belum termasuk separuh populasi penduduk yang saat ini jumlahnya berkisar 170 ribu orang.

“Kendari belum terbentuk Herd Immunity. Saat ini, baru 32.980 warga yang telah divaksin. Sementara kekebalan kelompok itu minimal 70 persen,” ungkap Rahminingrum, kemarin.

Atas dasar itu, Rahminigrum mengimbau masyarakat khususnya yang masuk dalam tiga kelompok sasaran utama penerima (nakes, lansia, pelayan publik) untuk pro aktif mensukseskan program vaksinasi. Suksesnya program ini ketika sudah terbentuk Herd Immunity atau lebih dari separuh populasi penduduk sudah tervaksin. Dengan begitu maka akan mengurangi resiko masyarakat tertular Covid-19.

Senada, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengajak seluruh warga metro untuk mensukseskan program vaksinasi. Partisipasi masyarakat akan sangat membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Kendari. “Mari ajak orang tua kita untuk mendapatkan vaksin. Meskipun vaksin ini bukan obat, akan tetapi ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk terbebas dari Covid-19. Minimal dengan divaksin kita bisa mengurangi resiko terpapar Covid-19,” kata Sulkarnain Kadir.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Sultra ini menambahkan, masyarakat tidak perlu ragu untuk mendapatkan vaksin. Pasalnya, vaksin sudah melalui uji klinis Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Keduanya adalah embaga yang memiliki kredibilitas baik di Indonesia. Jadi kita tidak perlu ragu untuk divaksin. Lagi pula agama mengajarkan kita bahwa dengan melindungi diri dari wabah penyakit adalah sebuah kewajiban, yang jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan berkah disisi Allah SWT. Jadi, ayo kita vaksin,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top