Buton

Bupati: 30 Tahun Buton Bisa Jadi Negeri Quran

GENERASI QURAN : Bupati Buton, La Bakry (kedua dari kanan) bersama Kepala Kemenag Sultra, Fesal Musaad (kedua dari kiri), Kepala Kemenag Buton, Mansur (kiri) dan Sekab, La Ode Zilfar Djafar (kanan) dalam peluncuran program Gema Imtaq.

KENDARINEWS.COM– Program Gerakan Masyarakat Muslim Cinta Alquran (Gema Imtaq) resmi diluncurkan Bupati Buton, La Bakry. Agenda baru yang diinisiasi oleh pihak Kemenag Buton itu disambut positif dan siap mendukung penerapannya di lapangan. La Bakry mengatakan, tidak bisa dimungkiri jika anak-anak sekarang bahkan orang tua jauh lebih mencintai gadget daripada Alquran. Peluncuran Gema Imtaq itu bisa menjadi tumpuan untuk membangkitkan kembali harapan kita semua, agar Alquran digenggam selayaknya petunjuk hidup dunia dan akhirat.

“Saya yakin, kalau ini kita jalankan dengan baik, 30 tahun ke depan Buton ini sudah jadi negeri Quran. Di mana-mana akan ada Hafids Quran,” kata Buton-1 itu, Senin (31/5) lalu. Menurutnya, generasi Quran merupakan orang cerdas, cendekia bahkan bisa menjadi ilmuwan. Sebab negara-negara Eropa banyak meluncurkan penemuan-penemuan baru karena petunjuk Alquran. “Kita juga bisa seperti itu, yang penting kita pelajari dan amalkan itu Alquran,” sambungnya lagi.

Seperti apa generasi Buton 20 hingga 30 tahun ke depan adalah tanggung jawab para pemimpin hari ini. Olehnya itu amanah kepemimpinan yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan untuk meletakan fondasi agama yang kokoh. “Sehingga ke depan, masjid-masjid kita tetap ramai, pengajian ada dimana-mana,” lanjut La Bakry. Lebih jauh, dia berkomitmen pelaksanaan program-program Gema Imtaq itu dipastikan akan dikawal oleh pemerintah dari tingkat OPD hingga kecamatan dan desa. “Nanti saya akan instruksikan juga ke kepala desa karena program ini sangat bagus,” tuturnya.\

Sementara itu, Kepala Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad, yang turut hadir menyaksikan peluncuran di aula kantor Bupati Buton itu juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pembinaan agama penting terus dilakukan dalam kehidupan beragama sebagai filter bagi generasi kedepan. Tanpa nilai-nilai agama, genarasi akan kehilangan ruhnya sebagai calon pemimpin masa depan.

“Kita perlu perkuat pembinaan agama untuk generasi bangsa ini. Saya harap Kabupaten Buton menjadi penuh damai, religius, aman, maju berkualitas dan Gema IMTAQ dapat diperdakan,” ungkap Fesal Musaad.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Buton, H. Mansur, menyebutkan, program Gema Imtaq itu meliputi lima sub kegiatan. Yakni, pemberian beasiswa, gerakan wakaf Quran dari ASN, Gerakan wakaf Quran calon pengantin dan gerakan mengaji di masjid-masjid. “Ada lima program, teknisnya kami sudah siapkan. Misalnya wakaf Quran calon pengantin, itu saat mendaftar ke KUA, kita anjurkan membawa masing-masing satu buah,” jelasnya. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top