Ekonomi & Bisnis

Bulog Kirim 1.000 Ton Beras ke Sulut

Gubernur Sultra, Ali Mazi (kiri) bersama Kepala Bulog Sultra, Ermin Tora melepas pengiriman beras Bulog Sultra untuk masyarakat Sulawesi Utara, Rabu (2/6) di Rujab Gubernur.

KENDARINEWS.COM– Sebanyak 1.000 ton beras milik Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dikirim ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Acara pelepasan pengiriman beras dilakukan langsung oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi di Rujab Gubernur didampingi Sekretaris Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas, Rabu (2/6).

Kepala Bulog Sultra, Ermin Tora mengatakan pengiriman beras ini dilakukan untuk membantu stabilitas harga pangan khususnya beras di Sulut. Ia memastikan, hal itu tidak akan mengganggu ketersediaan beras Sultra. Selain stok yang masih mencukupi, beberapa daerah penghasil beras juga sedang menghadapi masa panen.

“Stok beras di seluruh gudang Bulog Sultra saat ini sebanyak 13.000 ton. Jika dibandingkan dengan kebutuhan rutin, jumlah ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan beras kita. Selain itu, stok beras Sultra akan bertambah karena sekitar Agustus sampai Sepetember tahun ini sudah masuk musim panen, ujar Ermin, kemarin.

Menurutnya, pengiriman beras ke Sulut justru akan sangat membantu karena gudang milik Bulog di beberapa daerah seperti Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim) sedang penuh sehingga menghambat proses penyerapan (pembelian) dari petani. Apalagi, Bulog merupakan penentu harga gabah di tingkat petani karena menjadi pembeli terbesar di Sultra yakni sekitar 10 hingga 15 persen dari total produksi dalam setahun. Jika penyerapan terhambat, akan sangat mempengaruhi harga gabah.

“Pengiriman ini memberi ruang penyerapan beras. Bulog berkomitmen menjamin harga gabah tetap terjaga sehingga petani termotivasi untuk tetap melakukan produksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi menyebut pengiriman beras tersebut sebagai bukti nyata komitmen pemerintah untuk selalu hadir dalam menjaga ketersediaan pangan khususnya beras.

“Saya selaku pimpinan Sulawesi Tenggara menyambut baik dan sangat mengapresiasi upaya berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan beras khususnya Bulog yang telah menyerap dari beberapa sentra produksi padi di Sultra baik di tahun 2021 maupun sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga merupakan bukti bahwa kegiatan pertanian di Sultra berjalan dengan sangat baik. Produksi beras selalu surplus dan Bulog mendukung penuh dalam penyerapannya. Kondisi ini menunjukkan Sultra dapat menjadi salah satu lumbung pangan nasional khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur.

Kata politisi Partai Nasdem ini, pendistribusian beras ke daerah lain bertujuan untuk meningkatkan perputaran beras yang ada di gudang-gudang Bulog sehingga tidak mengganggu penyerapan beras hasil produksi petani lokal. Bila penyerapan terbatas, harga gabah akan merosot sehingga mempengaruhi kesejahteraan petani.

“Dalam upaya menjaga kesejahteraan petani, pemerintah juga akan mendukung Bulog dengan penyediaan outlet seperti penyaluran beras ke ASN maupun penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat,” tandas Ali Mazi. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top