Metro Kendari

Bulog Diminta Serap Beras “Owoha”

KENDARINEWS.COM — Hasil panen petani padi sawah lokal Kendari cukup melimpah. Setiap tahunnya, para pahlawan pangan itu mampu memproduksi sekira 2.700 ton gabah kering. Kualitasnya baik karena menghasilkan beras organik yang diberi label “Owoha”. Melihat jumlahnya yang cukup melimpah, Pemkot berharap Bulog bisa menyerap seluruhnya.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan penyerapan oleh Bulog penting dilakukan dalam rangka menjaga siklus panen petani agar terus berproduksi. Selain itu, penyerapan yang maksimal akan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. “Kami harap Bulog bisa bekerjasama dengan pemerintah terkait serapan beras petani lokal. Apalagi beras yang dihasilkan petani kita cukup baik karena merupakan beras organik. Lebih sehat dan terjangkau harganya,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Guna memaksimalkan serapan beras petani lanjut Sulkarnain, Pemkot Kendari sudah menyatakan komitmen untuk melakukan serapan secara maksimal. Yang mana seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Kendari diwajibkan untuk menyerap hasil panen petani.

“Saya sudah keluarkan Surat Edaran (SE Wali Kota Kendari Nomor 521/4587/2021). Kami meminta seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk membeli produk pangan lokal seperti beras “Owoha”. Mudah-mudahan ini bisa membantu petani kita, apalagi dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pertanian (Distan) untuk memasarkan seluruh produk petani kita,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Distan Kendari, Sitti Ganef mengaku telah membangun komunikasi dengan pihak Bulog terkait penyerapan beras organik petani lokal. Saat ini, pihaknya tengah menjajal kesepakan sehingga dalam pelaksnaannya nanti tidak menemui kendala berarti.

“Sebenarnya komunikasi sudah berjalan, mudah-mudahan dalam waltu dekat Bulog sudah bisa menyerap beras petani kita. Namun kita akui ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan yang menjadi mekanisme bulog dalam menyerap hasil panen, misalnya standar air, bulir, dan masih banyak lagi. Tapi kami pastikan bisa dipenuhi oleh petani kita,” kata Sitti Ganef. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top