BPJS Ketenagakerjaan Sultra Akuisisi 228.874 Pekerja, Total Klaim Capai Rp 155 Miliar

KENDARINEWS.COM — BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Tahun 2021 telah mengakuisisi sebanyak 228.874 pekerja. Rinciannya, 117.919 peserta penerima upah (PPU), 27.653 peserta Bukan Penerima Upah, dan 83.302 peserta Jasa Konstruksi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaa Sultra, akuisisi kepesertaan yang telah dicapai di Tahun 2021 dapat terealisasi karena adanya kerjasama formal maupun informal. Secara formal pihaknya telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Dinas terkait, dan perusahaan yang ada di Sultra.

Sedangkan akuisisi secara informal, lanjut dia, dilakukan melalui agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dan melalui Service Payment Office (SPO) kerjasama bank yang ada di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Sultra.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sultra, Minarni Lukman (kedua dari kiri) bersama jajaran sempatan foto bersama Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang (kedua dari kanan) usai penandatanganan MoU terkait jamsostek.

Berdasarkan data yang dihimpun tersebut, capaian tersebut mencakup 32 persen dari angka angkatan kerja yang ada di Sultra yaitu 722.795 orang. Dimana di Tahun 2020 capaian akuisisi sebelumnya telah mencapai 15 persen dari angka angkatan kerja, sehingga terdapat kenaikan dari segi jumlah akuisisi kepersertaan di Tahun 2021.

“Masih terdapat 68 persen pekerja di Sulawesi Tenggara yang belum mendapatkan haknya untuk mendapat perlindungan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, sehingga memiliki kerentanan terhadap resiko – resiko sosial,” kata Minarni.

“Untuk itu, dalam mencapai coverage 100 persen, sangat dibutuhkan kerjasama dan kesadaran setiap elemen mulai dari Pemerintah, Perusahaan, Dinas terkait dan pekerja/angkatan kerja itu sendiri, agar seluruh angkatan kerja di Sulawesi Tenggara dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dikarenakan fungsinya dalam pembangunan negara adalah mencegah terjadinya resiko sosial dengan memutus rantai kemiskinan bagi para pekerja dan keluarganya apabila tulang punggung keluarga kehilangan penghasilan,” sambungnya.

Selain dari segi akuisisi, BPJS Ketenagakerjaan Sultra juga telah membayarkan manfaat Jaminan sebesar Rp.155 miliaar kepada 13.825 peserta dalam rentang waktu Januari – Desember 2021. Sedangkan di Tahun 2020, pihaknya telah membayar klaim sebesar 93 miliar kepada 10.211 peserta, sehingga dari segi pembayaran klaim juga turut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Adapun rincian pembayarannya adalah Rp 136,72 miliaar kepada 9.426 peserta untuk Klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Rp 9,24 miliar kepada 2.688 peserta untuk Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Rp 8,52 miliar kepada 245 peserta untuk Klaim Jaminan Kematian (JK). Dan Rp 1,36 miliar untuk 1.466 peserta untuk Klaim Jaminan Pensiun (JP).

Pembayaran Jaminan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah resign dari pekerjaan, mengalami PHK, mengalami kecelakaan kerja, meninggal dunia, pensiun dari pekerjaan, mengalami kecacatan, dan banyak lagi.

“Harapannya adalah seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara dapat membuka mata akan pentingnya terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena dengan iuran yang sekecil – kecilnya, peserta mendapatkan manfaat yang sebesarnya – besarnya.” kata Minarni Lukman. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *