Kolaka Utara

Bias Bencana Alam Januari-Februari di Kolut : 1.018 Warga Terdampak, 125 Rumah Rusak

KENDARINEWS.COM — Sepanjang bulan Januari hingga jelang akhir Februari 2021 ini, wilayah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dilanda bencana alam. Warga pada delapan kecamatan merasakan bencana banjir, tanah longsor hingga angin kencang. Dari data yang dirangkum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolut, ada 1.018 jiwa warga yang terdampak dan 125 unit rumah rusak ringan.

Kepala BPBD Kolut, Dr. Hj. Syamsuryani, merinci, jumlah kejadian pada periode tersebut sebanyak 27 peristiwa. Musibah banjir banyak melanda warga dengan total rumah terendam air bercampur lumpur, 131 unit. “Terbanyak di Pumbolo terendam dengan total rumah 30 unit disusul Woise 24 unit dan Pohu 15 tempat tinggal,” paparnya, Selasa (23/2). Ada peningkatan intensitas kejadian memasuki periode Februari ini. Untuk rekam bencana yang banyak menyasar warga saat ini yakni peristiwa banjir di Desa Kalu-Kuluku Kecamatan Kodeoha. 400 warga terdampak yang mengakibatkan 100 unit rumah rusak ringan. “Penanganan masih berlangsung di sana berupa normalisasi sungai. Aliran itu memang dangkal. Jika waktu normal air hanya merebar sekitar 8 meter dan saat banjir sungai itu melebar hingga 15 meter,”ungkapnya.

Di Kolut, setidaknya terdapat 10 sungai yang potensi meluap saat hujan deras di hulu. Lima diantara aliran itu membelah wilayah Kecamatan Rante Angin, Lasusua, Lapai, Lawadia dan Batu Putih. Dalam kondisi cuaca cerah, arusnya memang cukup rendah namun ketika hujan berkepanjangan bisa meluap dan merendam sejumlah desa yang dilalui.

Sementara itu untuk kategori angin kencang sambung Ani, sapaan Hj. Syamsuryani, merusak 14 unit rumah yang akibatkan 57 jiwa terdampak di Desa Watuliwu dan Batuganda, Kecamatan Lasusua. Peristiwa itu berlangsung 19 Februari lalu yang juga menumbangkan sejumlah pohon-pohon pelindung di dalam lingkar ibu kota kabupaten. “Saya menghimbau jika angin kencang, jangan keluar rumah atau berkendara, karena rawan tertimpa pohon,” pesannya mengingatkan.

Begitu juga di laut, nelayan diminta untuk memertimbangkan mencari ikan jikalau melihat langit gelap akibat awan mendung di Bumi Patowonua. Perahu nelayan sangat potensial digulingkan gulungan ombak karena ketinggian gelombang bisa mencapai 1,5-2 meter. “Sudah beberapa kali kejadian nelayan terseret arus hingga Sulawesi Selatan dan ada juga yang digulingkan ombak di perairan Batu Putih,” pungkasnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top