Ekonomi & Bisnis

BI Prediksi Harga Bahan Pangan Naik Saat Ramadan

Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra Bimo Epyanto

KENDARINEWS.COM–Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra memprediksi terjadi kenaikan harga bahan pangan atau inflasi pada bulan Ramadan April – Mei mendatang. Prediksi inflasi terjadi pada sejumlah bahan pangan seperti daging ayam, daging sapi, ikan, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih dan telur ayam.

Menurut, Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra Bimo Epyanto, kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pangan sudah biasa terjadi, bukan hanya di Kota Kendari melainkan secara umum terjadi diseluruh tanah air, disebabkan adanya kenaikan permintaan dari masyarakat saat Ramadan dan pada saat mendekati perayaan Idul Fitri.

Bimo tak menyebut detail angka kenaikannya. Yang jelas, ada kenaikan pada komoditas dimaksud, “Ada beberapa komoditas seperti daging ayam, bawang mereh, cabe merah dan cabe rawit yang kami lihat pergerakannya,” kata Bimo dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, pekan lalu.

Untuk daging ayam, kata Bimo, biasanya hari H atau mendekati Idul Fitri akan meningkat tapi kemudian perlahan hargannya akan stabil. Demikian juga untuk bawang merah, daging sapi, telur ayam, dan bawang putih, “Yang berbeda dicabe merah dan cabe rawit. Ketika ada kenaikan harga setelah lebaran biasanya harganya masih cenderung meningkat,” ungkapnya.

Sementara untuk komoditi ikan segar, lanjut Bimo, juga diprediksikan akan mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikan harga pada komiditi tersebut merupakan pendorong utama inflasi di Kota Kendari. Tidak hanya periode lebaran, melainkan juga masa-masa yang lain, “Kami melihat ada korelasi sebesar 76,03 persen artinya perkembangan inflasi di Sultra sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga ikan. Karena korelasinya sangat tinggi,” kata Bimo.

“Jadi ikan adalah komoditas strategis yang harus bisa kita kelola harganya. Kita harus memastikan produksi ikan segar itu jumlahnya harus merata disepanjang tahun. Kalau harga nya melonjak kita harus minimalisir supaya harganya tidak terlalu berfluktuasi tajam,” pungkasnya. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top