Metro Kendari

Bentuk Pengelolaan Mandiri, Tempat Pembuangan Sampah Sementara Bakal Dikurangi

KENDARINEWS.COM — Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara atau depo akan dikurangi. Sebagai gantinya, Pemkot Kendari akan membentuk pengelolaan sampah secara mandiri lingkungan warga. Pengelolaan sampah mengusung konsep 3R atau reduce (mengurangi), Reuce (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang). “Tahun ini sebisa mungkin kita mengurangi atau mungkin kalau bisa tidak ada lagi TPS (Tempat Pembuang Sampah) di Kendari. Kebijakan tersebut untuk mengatasi masalah persampahan sekaligus mewujudkan Kendari menjadi kota bersih dan bebas sampah,” ungkap Sulkarnain Kadir.

Dengan menerapkan konsep 3R, maka permasalahan sampah di Kota Kendari bakal segera teratasi. Pasalnya, warga teredukasi untuk disiplin dalam mengelola sampah. “Saya sudah instruksikan seluruh camat, lurah hingga tingkat RT/RW untuk bertanggungjawab dengan masalah sampah dilingkungannya masing-masing, jangan dijadikan beban pekerjaan, karena persoalan sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kendari, Nismawati mengatakan, rencana pengurangan TPS semata-mata dilakukan untuk mengatasi masalah sampah di Kendari. Selain itu, pengurangan sampah dimaksudkan untuk merubah perilaku masyarakat yang selalu membuang sampah sembarangan dan tidak tepat waktu. “Sebenarnya kalau masyarakat tepat buang waktu buang sampahnya pasti masalah sampah kita tertasi. Hanya saja, sebagian besar masyarakat buang sampah ketika hendak berangkat bekerja. Akibatnya tidak terangkut oleh petugas kebersihan yang mulai bekerja dipagi hari,” kata Nismawati.

Sayangnya, Nismawati tak menyebut berapa depo sampah yang akan dikurangi tahun ini. Yang jelasnya kata dia, depo bakal dikurang pelahan mulai tahun ini. Di sisi lain, pemerintah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah secara mandiri dengan konsep 3R.
“Volume sampah kita setiap harinya sekitar 260 ton. Cukup banyak dan jika tidak diangkut setiap hari maka berserakan. Mulai tahun ini kita mulai rubah konsep pengelolaannya. Kami juga sudah menggandeng beberapa komunitas untuk mengatasi ini (sampah) supaya bisa bernilai ekonomi baik bagi daerah maupun masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top