Metro Kendari

BEM DEMA Se-Sulawesi Dukung Penuh Program Pemerintah Atasi Covid-19

KENDARINEWS.COM — Wabah Covid-19 masih menjadi pandemi di tanah air. Seluruh sektor kehidupan terdampak. Mulai dari sektor kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Saat ini, pemerintah pun telah mengimbau masyarakat untuk siap beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dalam waktu yang cukup lama.

Menanggapi hal itu, Korwil Sultra BEM DEMA se-Sulawesi, Abd. Wahid Akhyarudin menyebut pihaknya mendukung langkah pemerintah tersebut, agar masyatakat dapat menjalankan aktifitas ekonomi, pendidikan dan lainya dengan normal termasuk tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Sehingga sekolah, kampus bisa dibuka lagi dengan prokes tersebut, saya mengevaluasi bahwa dengan terlaksananya belajar online ini hampir genap dua tahun, itu tidak efektif. Karena di daerah-daerah secara umum dan terkhusus Sultra masih ada yang kurang dari fasilitas sarana prasana pendukung jaringan,” ungkap Presma BEM Catur Sakti Kendari tersebut.

Lanjut dia, terkait bantuan pendidikan yang harus sesuai dengan target penerima. “Untuk bantuan pada pelajar dan mahasiswa yang Insya Allah akan digelontorkan Kemendikbud, agar bisa sampai infonya ke pelajar dan mahasiswa yang ekonomi ke bawah, atau yang benar-benar membutuhkan, jika tidak mendapatkan bantuan bisa menyebabkan putus sekolah,” jelasnya.

Kemudian, masalah vaksin, dirinya berharap, pemerintah tidak mewajibkan vaksin menjadi syarat untuk bepergian dan mengurus perizinan hingga dokumen. “Hal tersebut, terkesan ada paksa bagi masyarakat, bukan lagi dari naluri hati, karena pengetahuan akan dampak baik dari vaksin tersebut yang membuat masyarakat ikut vaksin,” paparnya.

Sosialisasi terkait vaksinasi, menurutnya, perlu lebih ditingkatkan. Dukungan masyarakat akan terbentuk, apabila pemahaman tentang vaksin dan program vaksinasi itu sendiri mereka sudah ketahui dengan jelas.

“Termasuk dengan sosialisasi hidup berdampingan dengan COVID-19. Jika kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan meningkat, maka itu akan memungkinkan masyarakat melaksanakan iklim baru, untuk bisa hidup berdampingan dengan COVID-19 tanpa rasa takut,” ucapnya.

“Kemudian bisa melalui sosialisasi digital atau berbasis informasi teknologi. Dengan menyasar para pelaku UMKM, UKM yang masih sistem offline itu bisa di arahkan ke online. Yang pastinya itu akan sangat membantu mereka, untuk mengembangkan usahanya di tengah kondisi seperti saat ini,” pungkasnya. (Ilw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top