Metro Kendari

Belum Kantongi Izin, Pembangunan Pasar Mokoau Dihentikan


KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari menghentikan pembangunan Pasar Mokoau yang terletak di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu kemarin. Penghentian pasar yang rencananya akan dikelola secara swadaya oleh masyarakat itu dikarenakan belum mengantongi izin dari Pemkot Kendari.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengimbau jajarannya agar menghentikan pembangunan secara persuasif agar tidak terjadi benturan dengan masyarakat. Saat ini, pihaknya tengah mengkaji pembangunan pasar dari berbagai aspek. “Masih sedang dalam pemantauan tim. Membangunkan ada aturannya. Semua harus sesuai mekanisme. Kita cek dulu,” ungkapnya kemarin.

Terpisah, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kota Kendari, Seiko mengungkapkan penghentian pembangunan pasar berdasarkan instruksi Sekot Kendari yang tidak membenarkan adanya pembangunan tanpa seizin dari pemerintah. Terlebih, bangunan yang akan dibangun adalah sebuah pasar yang notaben nya adalah infrastruktur dasar suatu wilayah.

“Kemarin kita sudah hentikan. Tidak boleh dulu ada pembangunan. Pasar inikan infrastruktur dasar. Dan dalam pasar itu kan pemerintah harus hadir,” kata Seiko.

Keterlibatan pemerintah yang dimaksud, yakni pengelola wajib melapor atau meminta dan mengurus izin kepada pemerintah, diantaranya izin mendirikan bangunan (IMB), izin lingkungan, harus ada rekomendasi lalu lintasnya dan lainnya.

“Sebenarnya pembangunannya tidak melanggar tata ruang kota. Akan tetapi, pengelola harus mengantongi izin terlebih dahulu sebelum membangun. Tujuannya nanti supaya pemerintah bisa memberikan arahan kepada pengelola misalnya bentuk (desain) pasanya nanti seperti apa,” Seiko.

Senada, Direktur PD Pasar Kota Kendari Asnar mengaku tidak membenarkan adanya pembangunan pasar tanpa seizin pemerintah. Jika dibangun tanpa izin, pasar tersebut masuk dalam kategori pasar ilegal. “Kalau ilegal tentu sangat merugikan pedagang yang ada di pasar sekitar. Misalnya pedagang yang ada di Pasar Baruga dan Pasar Anduonohu. Apalagi di masa pandemi Covid-19. Ini jadi pukulan berat bagi kami (kehadiran pasar ilegal),” kata Asnar.

Exavator yang beroperasi harus dihentikan. Pasalnya, pembangunan Pasar Mokoau di jalan poros Nanga-nanga, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu belum mengantongi izin.

Asnar berharap, Pemkot Kendari bisa bertindak tegas terhadap oknum yang mendirikan pasar ilegal. Selain karena merugikan pedagang, juga merugikan daerah dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau mau buat pasar itu ada jalurnya, itu bisa kerja sama dengan Pemkot Kendari melalui PD Pasar. Pada intinya kami menolak pasar ilegal,” kata Asnar.

Penanggungjawab Pembangunan Pasar Mokoau, Sainuddin Igo mengaku akan segera mengurus izinnya. Pembangunannya sendiri dilakukan karena permintaan masyatakat yang mendorong terbentuknya pasar di wilayah itu mengingat akses masyarakat ke pasar terlampau jauh. “Warga di sini berharap pembangunannya bisa dilanjutkan. Selain karena persoalan jarak, penduduk di Mokoau juga cukup banyak. Ada 13 perumahan. Satu perumahan saja jumlahnya mencapai 800 Kepala Keluarga (KK),” kata Sainuddin. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top