Bombana

Bebani APBD, Bombana Hanya Buka Formasi PPPK Untuk Tenaga Pendidik

KENDARINEWS.COM—- Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana tak kebagian formasi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak awal, pemerintah memang tidak mengajukan. Pasalnya, anggaran tidak memungkinan. Saat ini, belanja pegawai di Bombana sudah cukup besar sehingga dikhawatir bakal membebani APBD.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Man Arfah mengatakan telah memperhitungkan kondisi pembiayaan daerah. Dari hasil estimasi, pihaknya memutuskan tidak membuka formasi CASN. “Sebab untuk rekrutmen, pelatihan dasar dan tambahan pegawai akan menambah anggaran belanja pemerintah,” kata Man Arfa kepada Kendari Pos, Kamis (21/5).
Namun untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lanjut Jenderal ASN, pihaknya tetap mengajukan. Berdasarkan hasil pertimbangan, Pemkab kebagian sekitar 600 formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Kalau CASN memang tidak, tapi PPPK kita dapat kuota. Mekanisme perekrutan PPPK menjadi domain pemerintah pusat termasuk proses penggajian. Nantinya, gajinya akan ditransfer langsung ke PPPK. Makanya, tidak akan membenani keuangan daerah,” ujar mantan Kepala Inspektorat Bombana ini.

Formasi PPPK ini kata dia, diprioritaskan tenaga guru. Untuk itulah, ia meminta calon peserta agar betul-betul mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi. Terlebih lagi, tahapan seleksi tersebut menggunakan sistem Computer Assisted Tast (CAT) yang tidak memungkingkan untuk terjadinya kongkalikong.

“Para guru honorer yang ada di Bombana harus memanfaatkan kesempatan ini. Tetap update informasi, terkait mekanisme dari perekrutan PPPK. Jangan sampai kesemapatan ini terlewatkan begitu saja,” terangnya.

Dengan adanya PPPK, kompetensi para guru yang ada di Bombana tentu bakal terus dipacu. Sebab kedepanya para guru yang terekrut di PPPK kinerjanya bakal terus dievaluasi setiap tahunnya. “Saya kira ini sangat bagus karena setiap tahun pastinya bakal dievaluasi. Sehingga para guru yang terikat dengan kontrak tersebut harus terus memperbaiki atau mempertahankan kinerjanya,” pungkasnya. (b/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top