Bau-bau

Bawa Sajadah dan Mukena Sendiri Saat Salat di Masjid

KENDARINEWS.COM — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah, 2021 Masehi. Panduan tersebut dimuat dalam surat edaran nomor 03 tertanggal 5 April 2021 lalu dan telah diteruskan hingga ke daerah, termasuk Baubau. Secara umum, surat edaran Kemenag itu membolehkan pelaksanaan ibadah Ramadan dilaksanakan di masjid. Hanya saja, semua harus tetap mengikuti ketentuan ptotokol kesehatan (Prokes).

“Alhamdulillah pelaksanaan ibadah (salat fardhu lima waktu, tarawih dan salat witir) bisa dilaksanakan di masjid. Insya Allah ibadah ramadan tahun ini akan berjalan seperti biasa (seperti tahun-tahun sebelum pandemi corona). Tapi protokol kesehatan harus tetap dijaga,” kata Kepala Kemenag Kota Baubau, Rahman Ngkaali saat dikonfirmasi, Senin (12/4). Ia menegaskan, maksud surat edaran Kemenag itu untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan. Sehingga pelaksanaan ibadah Ramadan dapat berjalan baik dan terhindar dari penularan wabah Covid-19.

Rahman Ngkaali menyebut, ada 12 poin utama yang menjadi penegasan. Masing-masing menguraikan ketentuan dan pedoman pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idul Fitri. Satu diantaranya tentang pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah dengan tiga uraian. “Pertama adalah salat fardhu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan Prokes ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah dan setiap orang membawa sajadah atau mukena masing-masing. Kedua pengajian/ceramah/taushiyah/kultum ramadhan dan kuliah subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Dan ketiga, peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan. Segala ketentuan itu harus kita ikuti dan pedomani,” pungkas Rahman Ngkaali. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top