Buton Utara

Banjir di Butur Rendam Empat Kecamatan

Titik lokasi banjir yang melanda Butur kian meluas. Kini tak hanya Kecamatan Wakorumba Utara yang diterjang banjir. Bencana tersebut juga dirasakan warga Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. FOTO : HADRIAN INDRA MAPA/KENDARI POS

KENDARINEWS.COM– Titik lokasi banjir yang melanda Kabupaten Buton Utara (Butur), meluas. Jika sebelumnya hanya menerjang Kecamatan Wakorumba Utara, kini hingga Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Butur mencatat, kurang lebih puluhan unit rumah warga terendam. Paling parah, dua kediaman warga di Kecamatan Kambowa yang mengalami rusak berat akibat diterjang derasnya arus banjir.

“Selain rumah warga, beberapa fasilitas umum perkantoran dan sekolah terendam banjir. Air sungai meluap di Kelurahan Kambowa menyebabkan dua buah rumah mengalami kerusakan cukup berat karena terbawa arus. Selain Kelurahan Kambowa, banjir juga melanda Desa Ronta dan Rantegola di Kecamatan Bonegunu, serta Desa Lambale, Kecamatan Kulisusu Barat,” terang Kepala BPBD Butur, Yurif Halir saat melaporkan kondisi terkini bencana banjir di daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara tersebut, Selasa (22/6).

Yurif Halir menambahkan, tim tanggap cepat bencana BPBD Butur telah turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga dan melakukan pendataan. “Rumah yang rusak parah berada dekat bantaran sungai. Tingginya intensitas hujan beberapa pekan terakhir di Buton Utara menyebabkan sejumlah wilayah kecamatan dilanda banjir,” ungkapnya. Mantan Kabag Umum Setkab Butur tersebut mengimbau masyarakat untuk terus waspada, terutama yang bermukim di dekat bantaran sungai.

Selain banjir, akibat curah hujan tinggi mengguyur Butur, ruas jalan menghubungkan Kecamatan Kulisusu Utara dan Wakorumba Utara juga terputus akibat tertimbun longsor. “Selain desa dan kelurahan di Kecamatan Kambowa, Bonegunu dan Kulisusu Barat, banjir juga sebelumnya melanda Desa Wantulasi di Kecamatan Wakorumba Utara. Banjir di Wantulasi mengakibatkan satu buah jembatan desa ambruk. Air sungai juga meluap dan merendam sekitar kurang lebih empat rumah pada sekitaran sungai. Jembatan ambruk mengakibatkan jalur lintas dalam desa terputus total,” tandas Yurif Halir. (b/had)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top