Muna

Bangun Pabrik Pengolahan Jagung, Nilai Investasi Rp.15 Miliar

KENDARINEWS.COM — Bupati Muna LM. Rusman Emba akan membangun pabrik pengolahan jagung kuning dengan nilai investasi Rp15 miliar pada tahun ini. Kebijakan itu bertujuan menguatkan program pengembangan sektor pertanian berbasis industri yang telah dicanangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Jagung kuning akan menjadi andalan Kab. Muna dalam rangka menyiapkan penetrasi produk lokal ke pasar komoditas pertanian nasional.

Bupati Rusman mengatakan, sektor pertanian Kab. Muna kini sedang bergeliat dengan komoditas jagung kuning. Produksi tanaman pangan itu mencapai 20.000 per tahun dengan luas lahan garapan sekira 4.860 hektare lebih. Sedangkan luas lahan potensial garap mencapai 72.000 hektare atau 35 persen dari luas daratan Kab. Muna. Itu artinya, potensi produksi jagung kuning masih bisa ditingkatkan hingga 250 ribu ton.

Rusman Emba menjelaskan, Pemkab Muna kini sedang menyiapkan konsep pengembangan jagung kuning berbasis industri. Konsep itu akan meninggalkan sistem pertanian tradisional ke arah modern dengan dukungan pabrikasi. “Tahun ini sudah diprogramkan pembangunan pabrik jagung kuning. Anggarannya disiapkan melalui APBD 2021,” ujarnya kepada Kendari Pos.

Investasi pembangunan pabrik jagung, menurut mantan Ketua DPRD Sultra tersebut ialah terobosan penting dalam mendukung pengembangan pertanian daerah. Sebab selama ini upaya optimalisasi sektor pertanian terbentur pada sulitnya pengelolaan pasca panen. Atau dalam istilah lain, petani kesulitan memasarkan hasil panennya terutama jika jagung belum mendapat sentuhan pengolahan.
“Sekarang kita harus berani bangun pabriknya. Jadi hasil panen bisa diolah sesuai kebutuhan pasar,” ungkap Rusman Emba.

Rusman optimistis kebijakan tersebut akan mendatangkan peluang besar dalam mencapai visi pengembangan industri pertanian utamanya komoditas jagung kuning di daerahnya. Pabrik pengolahan jagung itu juga menjadi satu-satunya yang ada di Sulawesi Tenggara. Ia berharap, jagung kuning akan menjadi penyumbang pendapatan masyarakat sekaligus primadona dalam meningkatkan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
“Masa depan pertanian kita bisa lebih baik setelah adanya pabrik jagung ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Muna La Ode Anwar Agigi menjelaskan lahan pendirian pabrik pengolahan jagung tersebut sudah disiapkan masyarakat seluas dua hektare. Lokasinya terletak di Desa Bea, Kec. Kabawo. Anggaran pembangunan pabrik itu mencapai Rp.15 miliar yang bersumber dari pinjaman daerah. “Kita harus berinisiatif bangun pabrik karena kalau menunggu investor yang bangun maka butuh waktu lama,” terangnya.

Anwar menguraikan, pabrik tersebut akan menjadi aset daerah, sedangkan pengelolaannya akan diserahkan kepada investor. Sejauh ini dua perusahaan yang telah menyatakan ketertarikannya ialah PT. Datu Nusa Agribisnis dan PT. Seger Agro Nusantara. Keduanya telah menjadi mitra Kementerian Pertanian. Selanjutnya Pemkab Muna akan menarik retribusi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang penggunaan kekayaan daerah.

“Dua perusahaan ini memang direkomendasikan Kementan. Tetapi PT. DNA yang berpeluang besar dalam kerja sama ini,” jelasnya.

Pabrik yang akan dibangun itu akan didukung dengan mesin pengering berkapasitas 30 ton dengan kemampuan olah hingga 60 ton per hari. Pabrik tersebut akan mengolah jagung menjadi empat jenis produk yakni jagung pipilan kering standar ekspor, jagung pecah untuk pakan ternak, jagung rendah flatoksin dan jagung premium untuk konsumsi manusia. “Nanti produk itu akan ada kerja sama dengan perusahaan penadah. Salah satunya PT. Miwon yang biasa membuat bihun dan tropicanaslim,” beber Anwar Agigi.

Ia menambahkan, pabrik nantinya mampu menyerap seluruh hasil panen jagung kuning di Muna. Bahkan bisa menyerap hingga hasil panen Muna Barat dan Buton Tengah. Anwarberkeyakinan, pabrik itu akan menguatkan posisi Muna sebagai penghasil jagung kualitas ekspor. “Pasar nasional bisa kita suplai sehingga petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap,” pungkas Anwar Agigi. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top