Metro Kendari

Awan Kumulonimbus Berpeluang Tumbuh, BMKG : Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir!

Sugeng Widarko.

KENDARINEWS.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Maritim (Stamar) Kendari mengimbau warga metro agar mewaspadai anomali cuaca beberapa pekan terakhir. Pasalnya, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya. Kondisi itu berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor.

Kepala Stamar Kendari, Sugeng Widarko mengungkapkan, fenomena hujan yang terjadi beberapa pekan terakhir disebabkan oleh awan kumulonimbus yang terbentuk diatas wilayah Kota Kendari. Awan tersebut memicu turunnya hujan meskipun dengan curah hujan ringan hingga lebat.

“Masyarakat patut waspada. Karena awan-awan CB (Cumulonimbus/Kumulonimbus) juga masih tumbuh di wilayah Kota Kendari. Terbentuknya awan ini menimbulkan hujan yang merata di seluruh Kecamatan di Kota Kendari. Potensi hujan nya itu relatif. Tidak hujan lebat, hujannya ringan tapi merata,” kata Sugeng, kemarin.

Selain disebabkan oleh awan kumulonimbus, lanjut dia, fenomen hujan di musim kemarau ini disebabkan oleh sirkulasi udara basah (Madden Julian Oscillation/MGO) yang masih aktif diatas wilayah Kota Kendari serta suhu permukaan air laut yang meningkat.

“Suhu permukaan laut anomalinya meningkat terus, sehingga potensi pertumbuhan awamnya masih masif. Anomali diliat dari perbedaan rata-ratanya, kalau perbedaan rata-ratanya positif itu artinya lebih hangat, biasanya kalau musim kemarau suhu permukaan air lautnya lebih tinggi dari pada musim hujan. Misalnya rata-rata (normal)-nya itu 26 derajat celcius. Sekarang anomali positif berarti diatas 26 derajat,” kata ungkap Sugeng.

Terpisah, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku tengah siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang disampaikan BMKG. Menurutnya, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 24 jam penuh terus memantau perkembangan cuaca yang disampaikan langsung BMKG.

Jika terjadi kondisi yang membahayakan manusia, maka pihaknya akan melakukan mitigasi bencana dilokasi kejadian. “Saya sudah intruksikan BPBD untuk siaga 24 jam. Utamanya mewaspadai potendi banjir akibat luapan sungai wanggu. Segera lakukan evakuasi terhadap warga jika terjadi bencana. Tapi kita berharap itu tidak terjadi. Tapi kita harus tetap waspada,” kata Sulkarnain Kadir. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top