Buton

APBD Buton pada Semester Awal Minim

Serapan Anggaran Baru 10 Persen

KENDARINEWS.COM — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buton pada semester awal ini sangat minim. Memasuki pertengahan tahun, serapan anggaran baru mencapai angka 10 persen. Padahal, di bulan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya sudah bisa mencapai 30 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Buton, Sunardin Dani mengatakan hal yang paling signifikan memengaruhi serapan anggaran adalah refocusing APBD yang dilakukan sejak Maret lalu. Turunnya instruksi pusat untuk melakukan pergeseran anggaran demi penangan covid-19 membuat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) keteteran.

Sunardin Dani

Seluruh program yang sudah diinput dalam Sistim Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang notabenenya merupakan aplikasi baru terpaksa ditata kembali setelah penyesuaian.

“Anggaran kita belum terserap banyak, karena 90 persen kegiatan baru jalan. Jadi serapan kita baru sekitar 10 persen,” katanya.

Pembiayaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus, Dana Alokasi Umum dan Dana Insentif Daerah, seluruhnya telat direalisasikan dalam bentuk belanja modal. Hingga saat ini baru DAK dan dana pinjaman yang terserap. Sedangkan DID masih nihil, DAU baru sedikit.

“Baru dua OPD yang jalan kegiatan fisiknya, yakni Dinas Perpustakaan dan Dinas Pekerjaan Umum. Dinas Pekerjaan Umum karena dana pinjaman sumbernya, jadi perencaan sudah jalan,” tambah dia.

Ia belum berani memprediksi kapan serapan anggaran berjalan normal. Intinya, tahun ini baru kejadian seperti keterlambatan serapan itu. “Tapi ini bukan saja di Buton, semua daerah, paling tidak di Sultra, saya lihat begitu juga,” pungkasnya. (lyn/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top