Nasional

Anton Timbang : 30 Juni, Presiden Buka Munas Kadin

Sultra Tuan Rumah Munas

KENDARI, KENDARINEWS.COM–Kiprah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra, Anton Timbang merambah pentas nasional. Lobi Anton Timbang sukses meyakinkan panitia nasional agar Musyawarah Nasional (Munas) Kadin ke-VIII digelar di Sultra, mulai 29 Juni-2 Juli 2021. Sukses lainnya yang ditorehkan Anton Timbang adalah Munas Kadin bakal dihadiri Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang mengatakan orang nomor satu di Indonesia, Presiden RI Jokowi dijadwalkan menjejak Sultra untuk membuka Munas Kadin pada 30 Juni. Beberapa menteri terkait dijadwalkan akan turut hadir. Penentuan Kota Kendari sebagai lokasi Munas Kadin sudah ditargetkan Anton Timbang saat dilantik menjadi Ketua Kadin Sultra, Maret lalu.

“Dan perlu saya tegaskan mengenai lokasi Munas Kadin di Sultra ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan dukung mendukung salah satu calon ketua umum Kadin nasional. Sebagai tuan rumah, kita bekerja konsisten menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas,” ujar Anton Timbang bersama Ketua Panitia Daerah Munas Kadin, Suwandi Andi dan pengurus Kadin Sultra, Hj.Hasmawati kepada kendarinews.com, Senin (7/6).

Dari kiri : Direktur Kendarinews.com, Awal Nurjadin, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang, Ketua Panitia Daerah Munas Kadin Suwandi Andi dan pengurus Kadin Sultra, Hj.Hasmawati.
MUH.ABDI ASMAUL AMRIN / KENDARINEWS.COM

Muna bakal dihadiri sekira 300 peserta. 120 pemilik hak suara, 80 peninjau dan 100 panitia. Rencananya Munas bakal ditutup Wakil Presiden Ri, Ma’ruf Amin pada 2 Juli. “Untuk kepastian akan ditutup Wakil Presiden masih dalam upaya komunikasi. Mudah-mudahan bisa,” kata Anton Timbang.

Anton Timbang menegaskan kehadiran Presiden Jokowi diarena Munas Kadin nanti adalah buah upaya dirinya bersama Gubernur Sultra Ali Mazi agar Sultra menjadi tuan rumah Munas Kadin. Anton Timbang mengutip harapan Gubernur Ali Mazi bahwa Munas Kadin di Sultra dapat menjadi momentum launching aspal Buton oleh Presiden Jokowi.

Aspal Buton merupakan salah satu kekayaan alam Sultra dan Indonesia yang belum mendapat sentuhan produksi massal. Padahal kebutuhan aspal nasional begitu besar. “Pada satu sisi, pemanfaatan aspal Buton untuk kebutuhan dalam negeri dapat mereduksi ketergantungan aspal impor dari Singapura,” beber Anton Timbang.

Bagi Anton Timbang, Munas Kadin ini dapat membuka peluang investasi bagi pengusaha atau taipan Indonesia,khususnya pada sektor pertambangan, baik pengusaha yang menjadi pengurus dan anggota Kadin maupun bukan pengurus Kadin. “Kita juga menargetkan agar dalam waktu singkat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Aspal Buton segera diterbitkan. KEK ini saat ini masih menunggu Keputusan Presiden (Kepres),” ungkap Anton Timbang.

Anton Timbang menjelaskan aspal alam hanya ditemukan di negara Trinidad dan Buton (Indonesia). Cadangan aspal di Trinidad diperkirakan akan habis dalam waktu 20 tahun ke depan. Sedangkan cadangan aspal Buton butuh waktu 360 tahun akan habis. Perkiraan produksi sekira 1 juta ton per tahun.

Aspal Buton dapat digunakan secara maksimal, minimal untuk wilayah Sultra dan tidak perlu lagi tergantung dengan impor aspal cair. Saat ini adalah Indonesia mengimpor 1,3 juta sampai 1,4 juta ton aspal per tahun yang menguras cadangan devisa negara Rp40-Rp46 triliun. Padahal seluruh kebutuhan itu dapat dipenuhi dalam negeri sendiri bila aspal Buton dimaksimalkan.

“Sudah ada beberapa provinsi yang menggunakan aspal Buton. Diantaranya Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sultra sendiri. Dan kualitas aspal Buton lebih bagus ketimbang aspal cair,” tutup Anton Timbang.

Sementara itu Ketua Panitia Daerah Munas Kadin, Suwandi Andi menyampaikan persiapan kegiatan terus dimatangkan. Mulai dari tempat transportasi, akomodasi, aspek keamanan, dan lainnya. Suwandi merinci rangkaian Munas dimulai 29 Juni, diawali resgistrasi peserta. Pembukaan 30 Juni, pemilihan 1 Juli dan penutupan 2 Juli 2021.

“Kami meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat Sultra untuk bersama-sama menyukseskan Munas Kadin. Karena dampaknya akan menguntungkan positif bagi perekonomian daerah. Yakin dan percaya ini bagian dari kebangkitan ekonomi Sultra,” kata Suwandi Andi. (ali/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top