Muna

Anggaran Fisik DD di Muna Ditunda


KENDARINEWS.COM — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muna meminta seluruh program fisik yang dibiayai melalui dana desa (DD) ditunda pelaksanaanya. Instruksi itu setelah penyaluran program bantuan langsung tunai (BLT) diperpanjang sampai Desember mendatang. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan fisik wajib dialihkan menjadi jaring pengaman sosial.

Rustam

Kepala DPMD Kabupaten Muna, Rustam, menerangkan, kebijakan perpanjangan BLT yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Setiap desa kini wajib menyiapkan kembali anggaran BLT untuk diberikan pada masyarakat terdampak Covid-19. Realokasi tersebut dapat dilakukan melalui perubahan APBDesa.

“Anggaran yang sebelumnya untuk fisik, dialihkan kembali untuk Covid,” katanya. Mantan Kepala BKPSDM Muna itu menambahkan, situasi pelik kini dihadapi desa-desa yang sudah terlanjur melaksanakan program fisiknya. Kemungkinan besar penyaluran BLT sampai Desember tidak dapat dilakukan seluruh desa karena keterlambatan instruksi perpanjangan BLT tersebut. Atas hal itu, dirinya mengaku akan segera menggelar rapat koordinasi untuk memilah berapa banyak desa yang masih bisa melakukan realokasi dan berapa sudah terlanjur melaksanakan kegiatan fisik.

“Termasuk yang sudah terlanjur ini, kita akan hitung berapa kemampuan sisa anggarannya. Baru setelah itu kami pikirkan solusinya bagaimana,” paparnya.
Masyarakat terdampak Covid-19 di desa-desa akan menerima BLT selama sembilan bulan sejak April hingga Desember. Sama dengan nominal BLT tahap II, hanya menerima Rp 300 ribu per bulan untuk periode Oktober- Desember. Jumlah penerima BLT untuk 124 desa di Muna sendiri berdasarkan data kantor perbendaharaan negara (KPPN) Raha mencapai 15.804 keluarga tidak mampu (KTM). “Penerimanya tinggal disesuaikan dengan data sebelumnya,” pungkas Rustam. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top