Kolaka

Ahmad Safei Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Ekonomi Lokal


KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka dibawah kendali Bupati Kolaka H Ahmad Safei terus berupaya menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Kolaka. Berbagai upaya “perlawanan” terhadap Covid-19 telah dilakukan untuk memutus mata rantai penularan di daerah berjuluk Bumi Mekongga itu.

Di berbagai kesempatan, Bupati Kolaka dua periode tersebut selalu mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes). Bukan hanya itu, untuk lebih mengoptimalkan pencegahan penularan virus corona, pasangan Wakil Bupati H Muhammad Jayadin tersebut juga mendorong akselerasi vaksinasi ASN dan masyarakat di Kabupaten Kolaka.

Beberapa kali Bupati Safei memantau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pegawainya. Agar semua pegawai Pemkab Kolaka menyukseskan program vaksiansi, maka Safei menyiapkan sanksi bagi PNS atau honorer yang enggan untuk divaksin.

Bupati Kolaka, H Ahmad Safei menyalurkan bantuan beras dari Kementrian Sosial kepada warganya yang terkena dampak pandemi Covid-19 di Kelurahan Laloeha.

“Kalau ada PNS yang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19, maka tambahan penghasilan pegawainya (TPP) tidak diakan dibayarkan. Untuk pegawai honorer, honorariumnya juga tidak dibayarkan,” ujarnya saat ditemui Kendari Pos, kemarin.

Bupati Safei yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka juga selalu memantau data perkembangan jumlah warganya yang terpapar virus Corona. Kata dia, akhir-akhir ini peningkatan kasus Covid-19 di wilayah otoritanya meningkat drastis.

Menurut Safei, peningkatan data jumlah warga yang terpapar virus corona tersebut juga disebabkan banyaknya warga Kolaka yang bekerja di luar daerah dan pulang berlibur ke Bumi Mekongga. Untuk itu, agar data jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut tidak terus meningkat, maka dirinya meminta semua aparat di tingkat desa dan kelurahan untuk memperketat pengawasan terhadap warganya yang datang dari luar daerah.

“Kalau ada yang datang dari luar daerah, apalagi jika berasal dari daerah yang kasus coronanya tinggi itu harus isolasi mandiri (isoman). Pemerintah di desa atau kelurahan harus memberinya pemahaman kepada warganya tersebut agar tidak kemana-mana sebelum isoman,” pintanya.

Safei menambahkan, saat ini pihaknya juga tidak mengizinkan adanya keramaian. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembatasan waktu terhadap pelaku usaha kuliner. “Untuk pesta pernikahan mulai saat ini sementara kami tidak berikan izin. Untuk rumah makan dan kafe juga kami minta agar sudah tidak melakukan pelayanan pada pukul 21.00,” tukasnya.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pelanggar aturan tersebut, Safei belum bisa menyebutkannya. “Kami akan lakukan pendekatan persuasif. Olehnya itu, kami minta kesadarannya agar menaati aturan tersebut karena ini demi kebaikan kita bersama,” imbuhnya.

Bupati Safei berharap, masyarakat tidak terprovokasi dengan berita di media sosial yang mengatakan keberadaan Covid-19 itu tidak benar. Sebab, saat ini sudah banyak korban yang meninggal setelah terkonfirmasi positif Covid-19. “Di Kabupaten Kolaka ini, sudah 25 orang yang meninggal. Jadi corona itu bukan hoaks,” bebernya.

Mantan Sekda Kolaka tersebut mengungkapkan, banyaknya pasien positif Covid-19 menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka hampir penuh. “BOR di RSBG sudah mencapai 96 persen. Dari 25 tempat tidur yang disediakan, hanya satu yang belum terisi,” ungkapnya.

Safei berharap tidak ada lagi tambahan pasien. Namun, jika nantinya terjadi penambahan, pasien baru tersebut diharapkan dapat tertangani dengan baik. Untuk itu, kata dia pihaknya akan menambah tempat tidur untuk pasien corona yang membutuhkan penanganan medis.
“Kami akan tambah lagi 10 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Tempat tidur tersebut rencananya nanti kami akan simpan di salah satu aula yang ada SIKIM, di Kelurahan Tahoa,” ujarnya.

Kata Safei, akibat semakin banyaknya warga Bumi Mekongga yang terpapar virus corona, maka status tingkat penyebaran Covid-19 di sejumlah kecamatan yang ada di wilayah otoritanya juga meningkat. “Dari 12 kecamatan, hanya Kecamatan Iwoimendaa saja yang masih dikategorikan zona hijau. Selain itu, zona orange dan kuning,” bebernya.

Menurut Safei, tak ada cara lain untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 selain penerapan prokes. Untuk itu, dirinya mengingatkan seluruh pihak untuk tetap disiplin menjalankan prokes.
Tak hanya sekadar mengedukasi warga, Bupat Safei peduli terhadap warga yang terdampak pandemi dan PPKM. Bupati Safei menyalurkan bantuan sembako sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi lokal. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top