810 Nakes di Kendari Batal Divaksin

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Pelaksanaan vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kendari belum maksimal. Dari sekira 4.151 nakes yang menjadi target program vaksinasi, tercatat hanya 3.341 orang (80,49 persen) yang bersedia dan telah menerima vaksin. Sisanya, sekira 810 orang (19,51 persen) batal divaksin dengan berbagai alasan. Padahal, pemberian vaksin sangat penting sebagai upaya perlindungan diri nakes yang rentan terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari drg Rahminingrum, tak menampik jika cakupan vaksinasi nakes masih rendah. Padahal, pihaknya telah berupaya keras untuk meyakinkan nakes agar mau divaksi. Seperti mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh nakes untuk mengikuti program vaksinasi tanpa terkecuali. “Kebijakan yang kami terapkan di Dinkes dan 15 puskesmas yang ada di Kendari mewajibkan semua nakes itu harus mendapatkan vaksin. Kecuali yang benar-benar tidak bisa divaksin sesuai surat Edaran Menkes yang terakhir,” ungkap Rahminingrum.

“Semua staf yang membutuhkan persetujuan atau rekomendasi dalam proses pengurusan baik itu mereka mau cuti, mereka mau ambil kredit itu semuanya harus melampirkan surat keterangan dari dokter spesialialis kalau betul-betul dia tidak ingin divaksin. Atau melampirkan bukti vaksinasi tersebut,” tambahnya. Kebijakan itu juga berlaku untuk pengikutsertaan nakes kedalam program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek), “Kebetulan ada program pemkot yang memang semua tenaga kesahatan dinas maupun puskesmas baik ASN, tenaga kontrak maupun tenaga sukarela akan diikutkan asuransi,” jelas Rahminingrum.

“Nah atas izin wali kota, kita juga merepakan aturan itu artinya semua yang kita mau asuransikan itu harus melampirkan surat keterangan seperti dimaksud,” tambahnya. Pihaknya tetap memaklumi jika ada nakes yang tidak bisa divaksin karena memiliki komorbid (penyakit penyerta) seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, penyakit paru, gangguan ginjal serta sedang menyusui dan hamil. Meski begitu, dia tetap berharap agar nakes yang batal divaksin untuk kembali mengajukan permohonan menadapatkan vaksin menyusul adanya surat edaran menkes yang baru. “Saat ini yang sedang menyusui itu bisa divaksin dengan kriteria tertentu, yang hipertensi namun tekanan darahnya dibawah 100/110 mmHg juga bisa,” pungkasnya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *