Knowledge

8 Hal yang Harus Diketahui Ibu Hamil Sebelum Berolahraga


KENDARIPOS.CO.ID — Berolahraga bukan saja dibutuhkan bagi orang kebanyakan, tapi juga sangat penting dilakukan oleh ibu yang sedang hamil. Hanya olahraga ibu hamil yang ringan-ringan saja atau olahraga nonkompetitif. Ibu hamil harus menghindari olahraga berisiko tinggi seperti berkuda. Olahraga takan meningkatkan kebugaran, perasaaan nyaman, membantu memperbaiki mood, serta mengurangi depresi. Olahraga ringan juga akan membuat tidur lebih lelap, meningkatkan kekuatan dan kesadaran postural, sekaligus menghindarkan cedera.

Ilustrasi


Umumnya hamper seluruh olahraga bisa dilakukan selama kehamilan hanya harus memperhatikan tubh dan melakukan penyesuaian dengan biak. Semisal:

  • Katakan pada pelatih (yoga. Aerobic, tari, atau kebugaran) bahwa anda hamil sehingga menghindari gerakan peregangan.

  • Berlari di rumput untuk menghindari tekanan balik pada perut.

  • Memakai sepeda statis atau bersepeda di jalan sepi daripada dipegunungan,

  • Jika bermain tenis atau badminton, mintalah pasangan main memberi pukulan yang dapat dikembalikan dengan mudah.

  • Berenang meningkatkan kekuatan, stamina, dan kelenturan. Namun melengkungkan pungung untuk menjaga kepala berada di atas air dan menendang dengan gaya katak dapat membuat punggung dan ikatan tulang pinggul menjadi sakit. Ubahlah gerakan kaki jika merasa nyeri di pangkal paha setelah berenang gaya katak. Gunakan gaya lain untuk menghindari kejang.

  • Jika memiliki pantangan atau kondisi kronis seperti asma, diabetes, gemuk atau tidak bugar, tanyakan pada dokter. Mungkin ada hal spesifik yang perlu diperhatikan sebelum memulai program olahraga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perempuan hamil sebelum berolahraga

  • Jika anda baru saja mengalami keguguran, memiliki tekanan darah tinggi, merokok, atau memiliki IMT lebih dari 30 periksakan ke dokter sebelum mulai program olahraga.

  • Laju denyut nadi harus di bawah 140 dan suhu tubuh di bawah 38oC

  • Lakukan olahraga berat hingga maksimum 15 menit per sesi, hindari cuaca panas, lembab, atau jika merasa tidak sehat.

  • Jika anda seorang atlet yang kompotitif, diskusikan tingkat latihan yang tepat dengan pelatih.

  • Dalam beberapa kasus, anda mungkin perlu mengambil bentuk olahraga yang lebih ringan sehingga dapat terus menikmatinya selama hamil.

  • Jangan pernah memaksa untuk menang, menyelesaikan suatu runtinitas, atau memacu diri ketika kelelahan hingga napas anda lebih dari sedikit terengah-engah.

  • Hindari apapun yang menyebabkan tegangan atau perasaan tidak nyaman.

  • Mintalah nasihat dari dokter jika mengalami gejala yang tidak biasa. (KN/sumber kehamilan sehat karangan Gill Thorn)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top