Metro Kendari

6.000 Karyawan Tuntas, Uji Swab Pemkot Kini Sasar Masyarakat Umum

KENDARINEWS.COM — Upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 terus digalakkan Pemerintah Kota Kendari. Salah satunya dengan menggelar tracing massal dengan metode Swab Antigen kepada karyawan swasta di kota lulo. Sejak 9 Desember, total karyawan yang diperiksa sebanyak 6.000 orang. Uji usap tenggorok ini diharapkan bisa menekan laju penyebaran wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku, tracing massal pada karyawan swasta mengacu dari hasil pengamatan Satuan Tugas (Satgas Covid-19) Kota Kendari yang menenemukan fakta bahwa karyawan swasta merupakan salah satu klaster penyebaran covid-19 di kota lulo sebesar 33 persen. Atau berada diurutan kedua dibawah klaster perkantoran (ASN) yang tercatat sebesar 35 persen dan klaster perbankan 5 persen. Dia tak menampik, dalam pemeriksaan ditemukan beberapa karyawan swasta yang reaktif covid-19. Akan tetapi pihaknya telah menginstruksikan kepada karyawan terrsebut untuk beristirahat penuh dirumah, pasalnya sebagian besar yang reaktif tidak menunjukkan gejala (OTG).

“Yang reakif tentu dilanjutkan dengan swab. Yang hasilnya negatif kami sarankan untuk beristirahat. Mungkin karena faktor kelelahan jadi reaktif. Tapi sebagian besar isolasi mandiri dirumah. Masyarkat sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kita patut apresiasi kesadaran mereka,” kata Sulkarnain. Kebijakan tracing massal kata Sulkarnain, sangat efektif menekan laju penyebaran covid-19. Pasalnya, hadirnya kebijakan ini yang dimulai pada klaster perkantoran hingga klaster karyawan swasta jumlah pasien dalam perawatan yang ditangani pemkot tersisa hanya 128 pasien.

“Sepertinya adanya kebijakan ini (tracing massal) orang berlomba-lomba untuk menjaga kondisi tubuhnya. Mulai dari makanan makan bergizi, ada yang mengkonsumsi vitamin, susu dan sebagainya sehingga daya tahan tubuh mereka jadi kuat. Yang mungkin selama ini mereka abaikan itu. Jadi saya kira langkah kami ini sangat tepat,” kata Sulkarnain.

Ke depan, dia berencana menggelar swab antigen kepada masyarakat umum. Dia berharap masyarakat mau dengan sukarela memeriksakan kesehatannya dan memastikan kondisi tubuhnya aman dari covid-19. “Saya sarankan kepada masyarakat untuk mau dan rutin memeriksakan kondisi tubuhnya diseluruh faskes yang menyediakan jasa pemeriksaan (rapid test). Apalagi jika sudah merasakan gejala seperti sakit kepala, demam, sesak nafas dan kehilangan fungsi indera penciuman itu sebaiknya diperiksa. Supaya tidak jadi pusat penularan,” kata Sulkarnain. (b/ags)

Kasus Covid di Kota Kendari
Senin (28/12) Hingga Pukul 17.00 Wita
Positif 3.786 Pasien
Sembuh 3.609 Pasien
Jalani Perawatan 128 Pasien
Meninggal Dunia 49 Orang

Sumber Data : Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top