Metro Kendari

59 Persen Nakes di Kendari Telah Divaksin

KENDARIPOS.CO.ID — Cakupan vaksinasi terhadap tenaga medis (Nakes) di kota lulo masih rendah. Itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari yang menyebutkan hingga kemarin pukul 15.00 wita, jumlah cakupannya baru mencapai 59 persen atau baru sekira 2.566 dari 4.350 nakes yang menjadi sasaran vaksinasi.

Kepala Dinkes Kendari, drg Rahminingrum mengungkapkan berbagai alasan nakes enggan divaksin. Pertama, masih ada beberapa nakes yang tidak percaya dengan vaksin sinovac yang akhirnya menimbulkan rasa takut ketika dilakukan skrining.

“Ini yang menyebabkan mereka tertunda pemberian vaksinnya karena tiba-tiba merasa takut dan akhirnya ada yang hipertensi. Dan itu tentunya tidak bisa diberikan kecuali kedaannya normal kembali,” kata Rahminingrum.

Alasan kedua, banyak nakes yang memiliki komorbis (penyakit penyerta) seperti menderita penyakit hipertensi, diabeters, kolesterol, paru kronis, ganguan ginjal, kanker serta ada yang sedang hamil/menyusui serta penyintas covid-19.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar seluruh nakes yang tertunda pemberian vaksinnya tetap mendapatkan tambahan imunitas tubuh tersebut. Itu guna meningkatkan cakupan vaksinasi pada nakes yang kemudian nantinya difokuskan pada kelompok lain yang rentan terpapar covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengimbau agar nakes mensukseskan program vaksinasi covid-19. Sebab, nakes merupakan cermin bagi masyarakat yang akan menerima hal serupa (vaksin).

“Saya sudah sampaikan harus clear kita (Nakes). Memang masih butuh sosialisasi walaupun tenaga kesehatan nampaknya masih harus diberikan pencerahan diberikan motovasi agat mereka bisa melakukan program vaksinasi. Toh ini bukan untuk siapa-siapa, saya sendiri saja mau divaksikan karena ini upaya untuk perlindungan diri kita,” kata Sulkarnain.

Sulkarnain tak menampik untuk mencapai cakupan 100 persen agak sulit untuk diwujudkan. Pasalnya, kondisi saat ini sudah ada beberapa nakes yang batal divaksin karena dengan berbagai alasan yang memang tidak memungkinkan untuk itu.

“Saya percaya dengan nakes kita bahwa mereka bersungguh-sungguh untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini. Buktinya sudah hampir setahun mereka berjuang. Hanya saja karena kondisi yang dialami seperti komorbid dan lainnya memaksa mereka tidak bisa divaksin,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top