Hukum & Kriminal

56 Pegawai di Konsel Diperiksa, Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Pungli Kenaikan Pangkat

KENDARINEWS.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Selatan (Konsel) terus mendalami penanganan kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli), kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN). Kasus yang melibatkan 56 ASN itu kini sudah masuk pada babak akhir dari pemeriksaan. Selanjutnya, jaksa akan segera gelar perkara penetapan tersangka. “Segera akan ditetapkan tersangka. Kita sudah periksa 56 ASN yang diduga terlibat, 53 tenaga guru di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konsel, satu penyuluh pertanian, dan dua tenaga kesehatan. Untuk saat ini, kita sementara melengkapi beberapa dokumen lagi dari Dikbud terkait dengan pembayaran gaji para guru-guru,” beber Safri Abdul Muin, Ketua Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Konsel.

Kelengkapan dokumen dari Dikbud harus lengkap, sebelum dilaksanakannya gelar perkara. Pasalnya, hal ini menyangkut fakta pemeriksaan sebagian guru, bahwa sudah menerima gaji untuk kenaikan pangkat tersebut. “Karena ada fakta seperti itu, kami harus meminta seluruh dokumen-dokumen terkait dengan pencairan gaji tersebut. Diantaranya dokumen SPM, SPP, daftar nama-nama guru yang diajukan dalam pembayaran gaji setiap bulan, serta SP2D,” jelasnya.

Jika sudah rampung, pihaknya bisa menetapkan tersangkanya. “Sejak hari Rabu dan Kamis lalu, kita sudah ke kantor Dikbud dan bertemu dengan bendahara gaji, termasuk pengeluaran Dikbud. Kami ingin secepatnya melakukan gelar perkara dan menetapkan tersangka, namun karena yang menyimpan seluruh dokumen yang kami butuhkan ada di Dinas PK. Sehingga harus menunggu lengkap dulu,” tutupnya.

Dalam kasus ini, Kejari Konsel telah mengantongi tiga nama yang menjadi aktor utama di BKPSDM Konsel dalam pengurusan kenaikan pangkat ASN periode April 2020 lalu. Mereka, HA, HR dan DN. Sebelumnya pihaknya juga sudah memeriksa mantan Kadis PK, Kadis BKPSDM Konsel, dan pihak lainnya.

Safri Abd Muin menegaskan tidak ada pandang bulu. Ia pun tidak ingin menanggapi tundingan kasus ini nantinya akan mentah atau terhenti ditengah jalan. “Tidak ada cerita atau pandang bulu dalam kasus ini, ketika dokumen yang dibutuhkam lengkap, secepatnya kita gelar perkara dan menetapkan tersangka, kita tunggu saja dan percayakan kami bekerja secara profesional,” tandasnya. (c/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top