Hukum & Kriminal

31 Penumpang KM Dobonsolo Gunakan Dokumen Kesehatan Palsu

AKHIRMAN/KENDARI POS
DOKUMEN PALSU : Ratusan penumpang KM Dobonsolo yang turun di Pelabuhan Murhum Kota Baubau. Ada 31 penumpang ditemukan menggunakan surat keterangan swab antigen dan sertifikat vaksinasi palsu.

KENDARINEWS.COM– Pemeriksaan kelengkapan administrasi kesehatan penumpang di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, kian diperketat. Penumpang kapal Pelni KM Dobonsolo yang tiba Kamis (29/7) malam lalu, tidak diperbolehkan langsung meninggalkan pelabuhan. Sekitar 148 penumpang yang turun dilakukan pendataan dan validasi dokumen swab antigen dan surat keterangan vaksinasi. Hasilnya terdapat puluhan penumpang ditemukan menggunakan keterangan swab antigen palsu.

“Banyak yang tidak lengkap dokumen kesehatannya. Ada 31 orang yang kita temukan bahkan menggunakan swab antigen palsu. Sementara lainnya, sertifikat vaksinasi Covid-19 juga palsu. Katanya mereka peroleh itu dari calo pelabuhan keberangkatan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, Jumat (30/7).

Seluruh penumpang kapal KM Dobonsolo yang turun di Pelabuhan Murhum itu merupakan penumpang asal Jayapura, Serui, Sorong, dan Kota Ambon. Seluruhnya merupakan masyarakat Sulawesi Tenggara yang merantau dan kini pulang kampung. “Ada yang dari Buton, Buton Tengah, Buton Selatan dan Kabupaten Muna dan Kota Kendari. Makanya setelah dilakukan validasi kelengkapan dokumen, kita biarkan mereka melanjutkan perjalanan. Satu orangpun tidak ada yang ditahan untuk dikembalikan ke daerah asal keberangkatannya,” tutup Muslimin Hibali.

Sesuai informasi yang dihimpun dari para penumpang, dokumen kesehatan palsu itu mereka dapatkan dari calo di pelabuhan asal, membayar dengan harga bervariasi. Mereka tidak melakukan swab antigen dan vaksin. Ada yang hanya diberikan surat antigen dan keterangan vaksin dan adapula yang difasilitasi dengan tiket sekaligus. Besaran pembayaran masing-masing penumpang mulai dari Rp 500 ribu Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Dari kejadian tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kota Baubau, dr. Lukman, mengaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak berwenang. Sehingga dengan begitu, maraknya jual beli surat antigen dan keterangan vaksin dari oknum-oknum tak bertangung jawab, bisa dihentikan. “Itu akan didalami oleh petugas. Karena sudah diambil datanya oleh Petugas KKP dan Kepolisian untuk ditindaklanjuti,” pungkas Lukman. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top