Metro Kendari

250 Pedagang Jalani Tes Swab, Hasilnya, Non Reaktif

KENDARINEWS-Sebanyak 250 pedagang di Pasar Basar Mall Mandonga menjalani tes swab antigen secara massal, kemarin. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi pedagang aman dari penularan Covid-19. Hasilnya, seluruh pedagang dinyatakan non reaktif dari wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Wali Kota Kendari, H.Sulkarnain menyambut baik pelaksanaan swab antigen Pasar Basah Mandonga. Menurutnya, langkah itu sangat tepat untuk mencegah potensi penularan virus corona pada tempat keramaian.

“Kita tidak boleh lengah karena Covid-19 masih ada disekitar kita. Kita tahu penyebab utama penularan atau lonjakkan Covid-19 karena terjadinya interkasi orang. Kalau kita bisa mengurangi itu maka peluang untuk tidak terjadinya penularan itu bisa kita hindarkan. Termasuk melakukan pengecekan kondisi pedagang maupun pengunjung,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kendari drg. Rahminingrum mengungkapkan swab antigen dilakukan dengan metode usap (swab) untuk mengambil sampel sekresi dari hidung dan tenggorokan yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini (Covid-19).

Berdasarkan hasil pemeriksaannya di Pasar Basah Mandonga, pihaknya sama sekali tidak menemukan padangang yang reaktif. Kendati demikian, baik pedagang maupun pengunjung diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman (Physical Distancing), menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas (keluar rumah).

“Menjelang hari raya idul fitri, pasar dan pusat perbelanjaan kerap menimbulkan kerumunan. Kami berharap pedagan dan pengunjung untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan sebelum bertransaksi. Itu penting untuk melindungi kita semua dari penularan Covid-19,” ungkap Rahminingrum.

Rahminingrum berharap masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19. Pasalnya program tersebut mampu memutus mata rantai penularan dikarenakan terciptanya kekebalan kelompok (Herd Immunity) ditengah masyarakat.

“Saat ini kita prioritaskan untuk orang tua kita para lansia (Lanjut Usia) dan Petugas Publik. Dua kelompok itu sangat rentan tertular. Kalau lansia karena imunitasnya yang sudaj menurun. Sementara petugas publik beresiko terpapar karena aktifitasnya dipelayanan,” kata Rahminingrum. (b/ags)

Kasus Covid-19 di Kota Kendari
Pertanggal 10 Mei 2021 Hingga Pukul 15.00 Wita
Positif 4,664 Kasus
Sembuh 4.587 Pasien
Perawatan 19 Pasein
Meninggal Dunia 58 Orang

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru


To Top