KENDARINEWS.COM-Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Dr. Harisma, terlibat dalam ekspedisi riset laut dalam bertajuk “Beneath the Ring: The Sulawesi Seamounts”, sebuah kolaborasi internasional antara OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang meneliti rangkaian gunung bawah laut di wilayah utara Sulawesi.
Salah satu perwakilan akademisi Indonesia Dr. Harisma, yang juga dosen Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UHO, mengatakan bahwa UHO turut ambil bagian dalam ekspedisi ilmiah internasional yang mengeksplorasi gunung bawah laut di kawasan utara Sulawesi.
“Ekspedisi tersebut berfokus pada penelitian rangkaian gunung bawah laut (seamount) di wilayah terpencil dekat perbatasan Indonesia yang selama ini masih minim penelitian. Penelitian dilakukan menggunakan kapal riset canggih R/V OceanXplorer dalam dua rangkaian perjalanan, yakni Leg-1 pada Desember 2025 dan Leg-2 pada Januari 2026,” ungkapnya saat diwawancara, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa, pada ekspedisi Leg-1 yang berlangsung pada 2 hingga 21 Desember 2025 di perairan Manado, Sulawesi Utara. Ia berperan sebagai ahli geologi yang membawa misi eksplorasi geodiversitas dan gunung bawah laut.
“Ekspedisi tersebut juga melibatkan sejumlah institusi riset nasional dan internasional, di antaranya Badan Informasi Geospasial (BIG), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Indo Ocean Project, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi multidisiplin ini diharapkan mampu menghasilkan data ilmiah yang komprehensif mengenai ekosistem laut dalam Indonesia,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa, dalam pelaksanaannya, OceanX dan BRIN membuka kesempatan bagi para peneliti laut dalam di Indonesia untuk mengajukan proposal penelitian dalam enam tema utama, yakni biodiversitas dan kesehatan ekosistem laut dalam, penggerak oseanografi dan konektivitas ekosistem, pemetaan genomik dan biodiversitas kelautan, geosains bawah laut dan bahaya geologi, dinamika megafauna dan rantai makanan, serta jasa ekosistem dan dinamika karbon.
“Ekspedisi ini bertujuan menyelidiki rangkaian gunung laut di utara Sulawesi yang menjadi bagian dari kawasan Cincin Api Pasifik. Wilayah ini dinilai sebagai salah satu area paling terpencil dan paling sedikit diteliti di kawasan Indo-Pasifik, namun memiliki potensi besar dalam memahami dinamika geologi, keanekaragaman hayati, serta proses ekosistem laut dalam,” terangnya.
Ia menyebut bahwa, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan dataset ilmiah bawah laut yang komprehensif, mulai dari batimetri, sampel biodiversitas, sekuens eDNA, hingga citra beranotasi AI akan menjadi dasar bagi perencanaan tata ruang laut, penilaian risiko geologi, serta penetapan garis dasar keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara.
“Melalui ekspedisi ini juga diharapkan dapat membantu menutup kesenjangan pengetahuan terkait keanekaragaman hayati, pengaturan iklim, hingga bahaya geologi yang masih belum banyak diketahui di perairan laut dalam di Indonesia demi tata kelola laut yang berkelanjutan,” harapnya.
Ia menambahkan bahwa, dengan misi yang menggabungkan eksplorasi ilmiah, pengembangan kapasitas, dan integrasi data berskala besar, OceanX dan BRIN optimis bahwa ekspedisi laut ini akan menjadi tonggak penting bagi ilmu pengetahuan kelautan Indonesia, mendorong pemahaman lebih dalam tentang laut dalam sekaligus memperkuat tata kelola kelautan nasional di masa depan.
