KENDARINEWS.COM–Kendari Kebakaran terjadi di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, setelah gedung diplomatik tersebut diserang dua drone pada Selasa (3/3/2026).
Dilansir Al Jazeera, pihak berwenang Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan Kedutaan AS.
“Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi.dikutip dari Detik.com
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Aparat keamanan Saudi langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul serangan drone itu.
Konflik Timur Tengah Kian Membara
Serangan terhadap Kedutaan AS ini terjadi di tengah memanasnya situasi kawasan menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) lalu.
Serangan awal tersebut dilaporkan menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, serta sistem pertahanan udara Iran.
Dalam operasi itu, sejumlah petinggi Iran dilaporkan tewas, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah Iran kini telah menunjuk tokoh sementara untuk menggantikan posisi pemimpin agung tersebut.
Serangan drone ke Kedubes AS di Riyadh memicu kekhawatiran meluasnya konflik ke berbagai titik strategis di kawasan Teluk. Sejumlah negara meningkatkan status keamanan di fasilitas diplomatik dan instalasi vital guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.
Situasi keamanan di Timur Tengah hingga kini masih sangat dinamis, dengan risiko eskalasi konflik yang semakin terbuka.(ris)
