Dorong Kesejahteraan Tambea, Antam Luncurkan Pelatihan Spesialis Pembenihan Teripang

KENDARINEWS.COM– Melalui salah satu dari 4 Program pengembangan masyarakat perusahaan yang bertema “Mattirowalie”, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menggelar pelatihan pembenihan teripang di Desa Tambea, Sabtu (28/2). Kegiatan bertajuk “Dari Pengetahuan Menuju Kesejahteraan Melalui Budidaya Teripang” ini merupakan kolaborasi bersama Universitas Halu Oleo, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Asisten II Setda Kolaka, Agus Salim, mewakili Bupati Kolaka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif Antam dalam menghadirkan program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, langkah itu sejalan dengan visi-misi Bupati Kolaka untuk mewujudkan daerah yang berkeadilan, maju, dan unggul.

“Berkeadilan berarti pembangunan dilaksanakan merata di seluruh pelosok Kabupaten Kolaka. Maju artinya berkembang dan dapat dinikmati masyarakat secara langsung, termasuk dalam pengendalian inflasi. Sementara unggul berarti mampu bersaing di berbagai sektor dibanding daerah lain,” jelasnya.

Agus Salim menegaskan, kontribusi Antam terhadap pembangunan daerah tidak dapat dipungkiri, khususnya di Kecamatan Pomalaa sebagai wilayah operasional perusahaan. Ia berharap program budidaya teripang dapat mengembalikan kejayaan Desa Tambea sebagai sentra perikanan.

“Dulu Tambea dikenal sebagai pusatnya ikan. Dengan adanya program ini, kami berharap ekonomi masyarakat sekitar kembali meningkat,” tuturnya.

Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir, mengungkapkan kegiatan tersebut melibatkan 16 kepala keluarga yang tergabung dalam satu kelompok budidaya. Ia optimistis pelatihan ini akan membuka peluang peningkatan pendapatan warga.

“Potensi budidaya teripang di Desa Tambea sangat menjanjikan. Masa panen hanya 6–7 bulan. Harga teripang bisa mencapai Rp2–3 juta per kilogram. Dalam sekali panen, nilainya bisa menembus sekitar Rp600 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, yang hadir langsung membuka pelatihan, menekankan bahwa teripang merupakan komoditas laut bernilai ekonomi tinggi dan memiliki pasar premium.

“Teripang adalah komoditas mahal dengan nilai ekonomi tinggi. Desa Tambea memiliki potensi besar karena kondisi cuaca dan perairannya sangat mendukung untuk pengembangan budidaya,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Antam berharap transfer pengetahuan dan pendampingan yang diberikan dapat menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Tambea serta mengurangi ketergantungan bibit dari alam yang ketersediannya semakin langka. (fad)